in

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Berhenti Merokok

berhenti merokok
Foto: Merokok bisa membahayakan kesehatan (Google Image)

Ngobrolin.id — Berhenti merokok mungkin jadi hal yang sangat sulit bagi sebagian pecandu. Terlebih bila motivasi yang muncul dari dalam diri untuk berhenti merokok masih belum cukup kuat. Ahli bedah toraks dari St. Elizabeth, dr. Royce Calhoun mengungkapkan, orang-orang hanya akan berhenti merokok ketika mereka termotivasi untuk berhenti.

Calhoun mengatakan, setidaknya ada lima alasan konkret yang bisa dipertimbangkan perokok agar mereka lebih termotivasi untuk berhenti merokok. Berikut ini lima alasan tersebut.

  1. Kesehatan

Ada beragam risiko penyakit yang bisa meningkat akibat kebiasaan merokok. Beberapa di antaranya merupakan penyakit berbahaya yang bisa mengancam nyawa. Penyakit-penyakit yang mungkin muncul akibat implikasi dari kebiasaan merokok adalah kanker paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), empisema, pneumonia, bronkitis, penyakit jantung, penyakit vaskular, dan kanker kandung kemih.

  1. Biaya

Meski tampak sepele, merokok merupakan kebiasaan yang membutuhkan cukup banyak biaya. Satu bungkus rokok memiliki harga jual yang cukup tinggi. Bila uang untuk membeli rokok dikumpulkan dan dibelanjakan keperluan lain tentunya akan lebih bermanfaat dan terlihat hasilnya.

  1. Emosi

Ada banyak perokok yang mulai berhenti merokok demi keluarga dan orang-orang terkasih, khususnya cucu. Dengan berhenti merokok, seseorang dapat menjadi contoh yang baik bagi keturunan mereka kelak.

Menjauhkan diri dari kebiasaan merokok juga dapat mengeliminasi risiko-risiko penyakit yang mungkin muncul sehingga harapan hidup menjadi lebih baik. Dengan begitu, seseorang akan dapat hidup lebih panjang untuk melihat anak-cucunya tumbuh dan berkembang.

  1. Kosmetik

Satu hal lagi yang dapat dilakukan oleh rokok adalah membuat perokok tampak lebih tua. Merokok setiap hari dapat membuat perokok mengalami proses penuaan lebih cepat. Tak heran bila perokok biasanya akan tampak beberapa tahun bahkan beberapa puluh tahun lebih tua daripada usia aslinya.

  1. Dampak bagi orang lain

Merokok bukan hanya perkara yang berdampak pada diri sendiri. Banyak orang di sekeliling, terutama keluarga dan orang-orang terdekat, akan terdampak sebagai perokok pasif. Sebagai contoh, CDC mengungkapkan bahwa perokok dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan, asma, kanker, infeksi hingga sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS pada bayi di dekat mereka.

flashdisk tidak cepat rusak

Tips Supaya Flashdisk Tidak Cepat Rusak

tips sukses bekerja

Tips Sukses Bekerja dengan Pengalaman yang Minim