in , ,

5 Fakta GoTo Hasil Penggabungan Gojek dan Tokopedia

Kira-kira bakal ada apalagi ya nanti

GoTo
foto: instagram @tokopedia

Ngobrolin.id — Masyarakat Indonesia baru saja dihebohkan dengan kabar merger dari dua perusahaan digital besar di Indonesia, yakni Gojek dan Tokopedia. Namun, sebelum ini, isu merger kedua perusahaan tersebut sempat terendus oleh masyarakat, hanya saja kedua belah pihak sepakat tidak berkomentar terlebih dahulu hingga pada akhirnya Gojek dan Tokopedia resmi mengumumkan kabar merger menjadi GoTo pada akun media sosial mereka.

Kabar merger tadi mendapat berbagai reaksi dari warganet. Sebagian besar warganet menyambut antusias karena dengar-dengar perusahaan tersebut bakal menjadi produk anak bangsa yang dapat bersaing di kancah Asia. Meskipun begitu, banyak pakar yang menilai bahwa GoTo masih belum mampu menyaingi Alibaba dan Tencent yang sudah lebih dahulu berjaya.

Di balik kabar GoTo, Tim Ngobrolin sudah mengumpulkan beberapa fakta yang sangat menarik untuk dibahas, simak ulasannya berikut ini.

Aplikasi Gojek dan Tokopedia

Setelah kabar merger tersebut, banyak warganet yang penasaran dengan nasib kedua aplikasi tersebut. GoTo, hasil penggabungan antara Gojek dan Tokopedia merupakan holding company atau perusahaan induk yang menaungi Gojek dan Tokopedia.

Dengan begitu, Gojek dan Tokopedia akan tetap beroperasi seperti biasa. Ini artinya, kedua aplikasi start up tersebut akan tetap ada dan beroperasi seperti biasa. Hanya saja mungkin ada beberapa inovasi atau tambahan-tambahan baru yang akan diberikan kepada konsumen.

Berkontribusi meningkatkan PDB

Dilansir dari kompas.com, Patrick Cao, Presiden GoTo menyebutkan bahwa perusahaan digital ini akan berkontribusi lebih dari 2 persen kepada total PDB Indonesia dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta peluang penghasilan. Hal tersebut disebabkan oleh semakin berkembangnya lini bisnis perusahaan start up tersebut dan bertumbuhnya ekonomi.

Model bisnis yang digunakan

Karena Gojek dan Tokopedia memiliki model bisnis yang berbeda tapi sama-sama berbasis digital, model bisnis yang akan mereka jalankan akan semakin beragam. Melalui merger tersebut, model bisnis yang akan dijalankan akan mengombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang, pengiriman makanan, transportasi, dan keuangan.

Nama GoTo

Nama GoTo sendiri dipilih dari singkatan Gojek dan Tokopedia. Namun, pada video iklan yang mengumumkan kabar merger tersebut juga menggunakan nama GoTo dengan kepanjangan Go Together atau gotong royong yang menjadi dasar semangat penggabungan kedua perusahaan tersebut.

Jumlah driver dan merchant

GoTo tercatat telah memiliki lebih dari 2 juta armada pengemudi dan 11 juta merchant yang terdaftar per Desember 2020. Perusahaan tersebut juga tercatat memiliki 100 juta pengguna aktif bulanan. Sementara, nilai transaksi gabungan bruto GoTo mencapai lebih dari Rp319 triliun.

kesepian

Cara Mengusir Rasa Kesepian

antares

Antares, Drama Seri Angga Yunanda yang Lagi Ditunggu-tunggu