in

6 Tokoh Menerima Gelar Pahlawan Nasional 2019

tokoh-tokoh yang mendapatkan gelar pahlawan nasional di tahun 2019

gelar pahlawan nasional
foto: Instagram Kemensosri

Ngobrolin.id — Tahukah kamu bahwa tahun ini Presiden Joko Widodo memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada 6 tokoh. Tentunya para tokoh tersebut telah berjasa kepada negeri ini sehingga Presiden Jokowi menyematkan gelar pahlawan nasional. Siapa saja, ya? Yuk, simak!

Ruhana Kuddus

Ruhana Kuddus seorang wanita yang lahir di Kota Gadang Agam, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884 dan wafat pada 16 Desember 1972.

Riwayat perjuangan yang telah ditempuh oleh Ruhana Kuddus dimulai pada 1911, beliau mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS). Ruhana juga pernah menjadi pemimpin surat kabar yang seluruh karyawannya adalah wanita.

Selain di dunia pers, Ruhana juga aktif mengajar di salah satu sekolah yang terletak di Bukittinggi dan menjadi penggerak kerajinan ditandai dengan berdirinya sekolah kerajinan menjahit.

Prof. K.H Abdul Kahar Mudzakkir

Beliau lahir di Kampung Gading Selatan, Kota Yogyakarta pada 16 April 1907 dan wafat pada 1 Desember 1973.

Riwayat perjuangan yang telah dilakukan oleh Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir dimulai pada periode 1931—1936 menjadi Ketua Gerakan Pelajar Indonesia dan Perhimpunan Indonesia Raya cabang Mesir yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Abdul Kahar Mudzakkir merupakan pelopor berdirinya Sekolah Tinggi Islam pada 8 Juli di Jakarta. Abdul Kahar Mudzakkir juga merupakan tokoh yang aktif dalam BPUPKI dan ikut merancang piagam Jakarta.

Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo)

Lahir di Buton pada awal abad ke-18 Masehi dan wafat di Gunung Siontapina pada 1776. Riwayat perjuangan yang telah dilakukan oleh beliau dimulai dengan terpilihnya beliau menjadi Sultan Buton ke-20 dan ke-23.

Sultan Himayatuddin juga berani untuk menentang kebijakan yang dibuat oleh penjajah Belanda yang dinilai merugikan rakyat Buton. Dalam perlawanan dengan Belanda beliau memimpin perlawanan gerilya yang terjadi di Gunung Siontapina dan merumuskan pola pertahanan baru yang dikenal dengan Perang Rakyat Semesta.

K.H Masjkur

K.H Masjkur merupakan pendiri Nahdlatul Ulama dan menjadi Ketua Cabang NU Malang. Pada 1944 K.H Masjkur diangkat sebagai anggota DPRD Keresidenan Malang oleh Jepang. Pada Maret 1945 beliau terpilih menjadi anggota BPUPKI dan menjadi salah seorang penggagas lahirnya Dasar Negara Pancasila.

Prof. Dr. M. Sardjito

Lahir pada 13 Agustus 1889 di Kota Madiun dan wafat pada 6 Mei 1970 pernah menjadi Ketua Organisasi Pergerakan Nasional Budi Utomo Cabang Jakarta. Jasa-jasanya dapat terlihat dari keterlibatannya langsung dalam pendirian dan pengembangan beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Dr. Sardjito juga merupakan rektor pertama UGM.

Dr. (HC) Mr. Alexander Andries Maramis (AA. Maramis)

Maramis merupakan salah satu anggota BPUPKI, satu-satunya yang merupakan orang Minahasa. Pada awal kemerdekaan, saat itu terjadi krisis ekonomi yang diakibatkan dari perang. Pada saat itu AA. Maramis menjabat sebagai Menteri Keuangan dan memerintahkan untuk mencetak Oeang Kertas RI (ORI) pertama.

podcast horor

Podcast Horor yang Asik untuk Kamu Dengarkan

kolaborasi G-Dragon bersama Nike

AF1 Para-Noise Kolaborasi G-Dragon Bersama Nike