in

8 Satwa Terancam Punah di Pulau Calon Ibu Kota

Siapa saja mereka?

Pemindahan ibu kota
Foto: pixabay

Ngobrolin.idPemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke salah satu wilayah di Kalimantan menuai pro dan kontra. Salah satu yang menjadi perhatian para aktivis lingkungan adalah banyaknya satwa yang terancam punah berhabitat di Kalimantan. Ditakutkan, pemindahan pusat pemerintahan akan memindahkan semakin banyak orang. Habitat satwa langka Kalimantan pun akan terhimpit dan makin sempit akibat pembukaan lahan hunian.

Satwa pertama yang terancam habitatnya adalah penyu sisik. Hewan ini memiliki nama ilmiah Eretmochelys imbricata dan memiliki habitat di Kalimantan Timur. Pada 2018, populasi hewan air ini hanya menyentuh angka 6.700 ekor.

Hewan air lain yang terancam keberadaannya adalah pesut mahakam. Lumba-lumba air tawar endemik Sungai Mahakam ini dikenal dengan nama ilmiah Orcaella brevirostris. Kini, jumlahnya tak sampai 100 ekor dan sangat terancam punah.

Hutan di Kalimantan sendiri menyimpan banyak pesona yang tak dimiliki wilayah lain di Indonesia. Di sini, hidup banyak spesies endemik. Kemunculan peradaban yang merambah kawasan hutan sudah merongrong tempat tinggal mereka. Semakin lama, habitat para hewan darat yang tinggal di hutan pun semakin sempit.

Mereka adalah bekantan, owa, beruang madu, rangkong, orang utan, dan badak. Bekantan yang bernama ilmiah Nasalis larvatus ini merupakan satwa yang hanya hidup di Kalimantan. Mirip monyet, bekantan dapat dikenali dari hidungnya yang panjang dan rambut berwarna cokelat kemerahan. Kini, di kawasan Kalimantan Timur hanya tersisa bekantan sejumlah kurang lebih 300 ekor.

Hylobates albibarbis atau owa juga sudah memasuki fase genting dalam perlindungan hewan langka yang dikategorikan oleh lembaga The International Union for Conversation of Nature. Persebarannya hanya di daerah Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dan dekat Sungai Barito di Kalimantan Tengah.

Di sana, owa dikenal sebagai kalaweit atau kalawet. Nama ini memiliki arti dalam bahasa Dayak Ngaju, yakni ‘kera tanpa ekor’. Hewan menggemaskan ini berwarna kecokelatan dengan ‘topi’ cokelat gelap. Alisnya berwarna putih.

Beruang madu juga sudah mendekati kepunahan. Spesies bernama ilmiah Helarctos malayanus ini merupakan hewan yang dilindungi dan berhabitat di hutan Kalimantan. Selain itu, rangkong dan orangutan Kalimantan juga bernasib serupa. Keduanya merupakan hewan yang sudah sangat langka, termasuk di habitatnya sendiri.

Terakhir, badak juga tak luput dari ancaman kepunahan. Di Indonesia, populasinya diperkirakan hanya tinggal belasan ekor akibat perburuan liar. Salah satu habitat badak berada di kawasan Kalimantan.

Guys, mari lestarikan flora dan fauna asli Indonesia, ya. Kalau bukan kita yang merawat, mereka hanya akan tinggal nama.

film Home Alone

Remake Film Home Alone, Simak Infonya Berikut

5R

Kurangi Plastik dengan Gaya Hidup 5R