in

A Song of Ice and Fire, Karya di Balik Game of Thrones

Tak bisa disangkal, kesuksesan Arya Stark dan kawan-kawan tersebut berasal dari novel karangan George RR Martin ini.

A Song of Ice and Fire
Foto: instagram

Ngobrolin.id — Seiring dengan meledaknya serial televisi Game of Thrones, kisah A Song of Ice and Fire seharusnya juga mendapat sorot kamera yang sama. Tak bisa disangkal, kesuksesan Arya Stark dan kawan-kawan tersebut berasal dari novel karangan George RR Martin ini.

A Song of Ice and Fire merupakan seri novel fantasi. Serial tersebut pertama kali diterbitkan pada 1991. Mengusung judul A Game of Thrones, seri pertama tersebut meledak di pasaran.

Awalnya, Martin berencana membuat trilogi dari kisah tersebut. Namun, animo pembaca yang sangat tinggi mendorong Martin untuk membuat seri tersebut menjadi lebih panjang. Total serial ini memiliki tujuh volume.

Volume kedua novel serial ini diterbitkan pada Februari 1999. Novel ini berjudul A Clash of Kings. Setahun kemudian, tepatnya pada November 2000, A Storm of Swords dirilis ke pasaran. Novel ketiga ini memiliki jumlah halaman yang lebih banyak dari buku pertama dan kedua, yakni 973 halaman.

November 2005, A Feast for Crows diluncurkan sebagai serial keempat. Sementara, seri kelima membutuhkan waktu penulisan yang lebih lama. A Dance with Dragons yang merupakan buku kelima dirilis pada Juli 2011, enam tahun kemudian.

Masih ada dua volume lagi yang tersisa dari serial novel ini. Keduanya sudah dikonfirmasi berjudul The Winds of Winter dan A Dream of Spring.

Serial ini sendiri mengambil lokasi sebuah benua yang fiktif. Benua tersebut adalah Westeros dan Essos. Di novel pertama, A Game of Thrones, pembaca akan disuguhkan alur cerita dari sembilan sudut pandang karakter. Sementara pada novel kelima, ada 31 sudut pandang mengenai permasalahan yang terjadi.

Cerita dalam karya yang diadaptasi menjadi serial televisi ini menceritakan tentang perang antarkeluarga. Perang tersebut dilakukan untuk memperebutkan dinasti penguasa di Westeros. Tak hanya itu, bangsa supernatural di bagian utara Westeros juga terus menyebarkan ancaman.

Tak ketinggalan, salah satu tokoh sentral dalam cerita ini, Daenerys Targayen. Masih berkaitan dengan perang keluarga, Daenarys Targayen merupakan putri raja yang terasingkan. Ia juga mencoba meraih takhta tertinggi di Westeros yang dulu pernah dijabat oleh ayahnya—yang juga ayah dari musuh-musuhnya.

Terhitung pada April 2019, penjualan buku-buku tersebut mencapai hingga 90 juta kopi. Serial ini juga sudah diterjemahkan ke dalam 47 bahasa yang berbeda.

Edisi keempat dan kelima dari serial ini menapaki posisi atas dalam The New York Times Best Seller List. Belum lagi selain sebagai serial televisi, novel ini juga diadaptasi dalam bentuk komik, kartu, dan berbagai permainan.

George RR Martin

George RR Martin, Tokoh Penting di Balik Game of Thrones

Plak di gigi

Singkirkan Plak di Gigi Pakai 4 Bahan Rumahan Ini