in

Alasan Generasi Milenial Sering Bersikap Baperan Menurut Psikolog

generasi milenial sering bersikap baperan
Foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Generasi milenial adalah mereka yang lahir antara 1981 hingga 1994. Jadi, umur milenial sekarang antara 20—35 tahun. Di rentang usia ini, mereka mulai lulus kuliah atau bahkan ada yang baru mulai kerja. Karena itu, banyak di antara mereka yang memiliki kecenderungan stres yang membuat mereka identik dengan pandangan “baperan”. Namun, ternyata memang ada alasannya kenapa generasi milenial sering bersikap baperan.

Menurut psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., ciri khas generasi milenial adalah mereka sangat menghargai diri sendiri dengan sangat tinggi. Apa pun yang bagus buat diri sendiri, dikejar dan dikerjakan. Kalau tidak, ditinggalkan.

Sikap seperti ini lahir karena pola asuh dari orangtuanya juga yang datang dari generasi baby boomers, yaitu yang lahirnya di era 50-an. Karena kehidupan mereka sebelumnya sangat susah, ketika kemudian mapan dan memiliki anak, segala kebutuhan anak dipenuhi. Oleh karena itu, efeknya pada anak-anak mereka yang masuk dalam kategori generasi milenial ini. Mereka pun berpikir harus menjadi yang terbaik dan mendapatkan yang terbaik.

Generasi milenial juga biasanya menerapkan moto life balanced. Jadi, menurut Vera, jangan heran kalau melihat generasi milenial di dunia pekerjaan jadi agak pemilih. Mereka mengutamakan kehidupan bekerja dan aspek lainnya harus seimbang. Mereka sangat memerhatikan kesehatan dan wellness.

“Mereka sering berpikiran kalau jam kerja terlalu lama, nanti tidak sempat gaul, tidak sempat olahraga, atau, menjalankan salah satu kesukaan mereka, traveling,” tutur Vera.

Di sisi lain, karakteristik generasi millenial lainnya adalah sebagai dampak kemajuan teknologi, pergaulan mereka menjadi worldwide, tidak sebatas nationwide. Mereka pun cepat dan terbiasa menerima sesuatu hal baru. Mereka tidak kaget dan berani mencoba.

“Padahal tidak ada jaminan dalam mencoba hal baru, orang menyesal atau tidak menyesal. Saat orang berkata, ‘Cobain deh! Lo gak akan menyesal.’ Itu juga bukan jaminan karena tiap orang berbeda-beda. Penyesalan sebaiknya dilihat sebagai bagian dari perjalanan saja, part of the journey,” jelas Vera.

Penyesalan sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pembelajaran. Pada saat orang menyesal, ia pasti belajar dari penyesalan dan tidak akan mencoba lagi. Vera menyebutkan pada saat seperti itu, orang cenderung baper dan berkutat pada kegagalan. Padahal, seharusnya move on.

cara menggunakan lip liner

Aplikasikan Lip Liner dengan Benar, Begini Caranya

makanan rendah lemak untuk mengecilkan perut buncit

5 Makanan Rendah Lemak untuk Mengecilkan Perut Buncit