in ,

Alasan Penting di Balik Donor Plasma Konvalesen

buat kamu yang sesuai dengan kriteria, yuk donor !

plasma konvalense
foto: unsplash

Ngobrolin.id — Penyintas Covid-19 dapat mendonorkan plasma konvalesen kepada para pasien yang masih berjuang melawan virus corona. Plasma darah tersebut digunakan sebagai terapi, salah satu cara untuk mengatasi serangan virus corona. Ternyata, terapi tersebut terbukti efektif, banyak pasien Covid-19 yang menerima donor plasma konvalesen membaik, bahkan perkembangan kesehatannya terbilang cukup signifikan.

Metode terapi tersebut sudah cukup lama dikenal dalam dunia medis. Dilansir dari kompas.com, Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, dr. Tonang Dwi Ardyanto menjelaskan bahwa penyintas Covid akan membentuk antibodi di tubuhnya setelah sembuh. Selanjutnya, antibodi tersebut akan tersimpan di dalam plasma darah.

Plasma penyintas tersebut diberikan kepada pasien yang masih terinfeksi virus corona, dengan harapan antibodi tersebut dapat membantu tubuh untuk melawan infeksi.

Terapi plasma konvalesen sudah diterapkan di banyak negara dengan hasil pengobatan yang terbilang cukup baik. Ada lebih dari sekitar 50 persen pasien penerima terapi tersebut sudah berada pada kondisi yang baik.

Namun, tidak semua pasien bisa menerima plasma darah. Sebab, penerima dan pendonor harus memiliki kesamaan golongan darah. Selain itu, plasma darah hanya diberikan pada pasien dengan kondisi kritis.

Plasma yang didonorkan oleh penyintas Covid-19 harus memiliki antibodi yang cukup, yakni sekitar 400 milimeter. Kadar tersebut diukur dengan metode plasmapheresis, yaitu pengambilan plasma dari sel darah merah.

Nah, untuk pendonor konvalesen sendiri tidak bisa dilakukan sembarang orang. Mereka harus berusia sekitar 18—60 tahun, sudah pernah terinfeksi Covid-19 dan dinyatakan sembuh, tidak bergejala apa pun selama 14 hari, laki-laki atau perempuan yang belum pernah hamil, serta diutamakan pada mantan penyintas Covid-19 yang pernah mengalami gejala infeksi yang sedang-berat.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat, Linda Lukitari menjelaskan bahwa PMI Pusat per 9 Februari mencatat jumlah pemenuhan kebutuhan plasma konvalesen sebanyak 15,736. Jumlah pendonor plasma juga terpantau terus meningkat.

Meskipun demikian, Linda mengabarkan bahwa saat ini rata-rata rumah sakit masih kesulitan untuk mencari pendonor plasma konvalesen, sedangkan jumlah pasien yang membutuhkan semakin meningkat. Salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya plasma konvalesen adalah banyak pendonor yang tidak memenuhi kriteria.

Nah, jadi buat kamu yang sudah memenuhi seluruh kriteria, langsung saja coba lakukan donor di rumah sakit yang menyediakan fasilitas donor plasma darah konvalesen.

belum siap nikah

Ini 5 Pertanda Kamu Belum Siap Nikah

clubhouse

Clubhouse, Aplikasi Obrolan Suara yang Lagi Diminati Banyak Orang