in ,

Apa itu Sindrom Impostor?

ternyata ini artinya impostor yang sering digunakan

sindrom impostor
foto: unsplash

Ngobrolin.id — Kata-kata impostor saat ini memang sedang booming karena viralnya game Among Us. Dalam game tersebut terdapat istilah impostor yang kemudian mulai digunakan oleh warganet di kehidupan sehari-hari. Mungkin bagi kamu yang tidak ikut bermain game tersebut kebingungan makna dari kata tersebut, apakah sama dengan dengan sindrom impostor?

Dalam game Among Us, impostor merupakan salah satu karakter yang bertugas untuk membunuh semua anggota. Dia bisa memanipulasi seolah-seolah menjadi karakter yang baik dan menuduh anggota lain sebagai impostor. Namun, sebenarnya makna impostor di sini cukup berbeda dengan makna sindrom impostor.

Sindrom impostor sendiri merupakan rasa tidak puas atas pencapaian atau prestasi yang sudah didapatkan. Seseorang merasa dirinya tidak cukup berkompeten atau pintar untuk mendapatkan penghargaan tersebut, justru dia merasa seperti penipu karena berhasil mendapatkan penghargaan tersebut.

Sebenarnya, sindrom ini tidak masuk diagnosis klinis secara khusus, sindrom ini justru dipopulerkan oleh orang awam melalui self diagnose. Oleh karena itu, banyak yang menyebutkan bahwa sindrom ini sebenarnya merupakan bagian dari gangguan kecemasan.

Istilah sindrom impostor sudah muncul sejak 1978, hampir 70 persen orang pasti pernah merasakan hal ini di salah satu titik dalam hidupnya.

Sebenarnya, kondisi seperti ini memang cukup sering terjadi di kehidupan nyata. Banyak orang yang sudah mendapatkan penghargaan, tetapi mereka masih tidak percaya diri bahwa ia layak mendapatkanya.

Kalau ciri-ciri di atas sudah terjadi pada diri kamu, sebaiknya mulai berhenti untuk terus berpikir bahwa kamu tidak layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Orang-orang yang larut dalam perasaan tersebut cenderung mengalami ketakutan dikatakan sebagai penipu, menganggap kesuksesan yang sudah didapatkan hanya keberuntungan, selalu berpikir negatif, cemas, stres, bahkan bisa depresi.

Mereka juga menjadi tidak siap menerima umpan negatif atau kritikan yang sebenarnya bermanfaat serta menghadapi kegagalan.

Biasanya, sindrom ini bisa muncul karena pengalaman masa kecil, atasan yang tidak pernah mengapresiasi pekerjaannya, dan kondisi lingkungan yang kurang baik.

Agar diri kamu tidak tenggelam dalam kondisi sindrom impostor, sebaiknya berhenti melakukan self diagnose. Mulailah percaya pada diri sendiri bahwa kamu memang layak mendapatkan penghargaan tersebut. Ubah pola pikir untuk mulai berpikir langkah positif selanjutnya ketimbang terus memikirkan kekurangan pada diri sendiri.

no time to die

No Time To Die Gak Jadi Tayang Tahun Ini Guys!

gas air mata

Apa itu Gas Air Mata? Kenapa Bisa Bikin Perih, Ya?