in , ,

Apa Saja Sih yang Masih Buka Saat PSBB Jakarta Diperketat?

pahami dengan baik PSBB total yang kembali dilakukan oleh Jakarta

PSBB
foto: pixabay

Ngobrolin.id — Sejak pengumuman resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ingin “menarik rem” untuk kembali melakukan PSBB, banyak opini dari masyarakat yang pro ataupun kontra. PSBB ketat ini dikhawatirkan dapat menurunkan sektor perekonomian kembali di tengah isu resesi, apalagi ibu kota Jakarta merupakan daerah bisnis yang sangat krusial. Namun, di lain sisi, angka penularan Covid-19 di Jakarta semakin tinggi.

Klaster-klaster penularan dari perkantoran semakin meningkat dan akhirnya mengakibatkan klaster baru, yakni klaster keluarga dan komunitas. Nah, bagi kamu yang masih bingung akan berlangsung seperti apa PSBB Jakarta saat ini, simak ulasan berikut ini yang akan membahas poin penting mengenai PSBB Jakarta yang diperketat kembali.

Tidak boleh isolasi mandiri

Setelah penerapan PSBB, Pemprov DKI Jakarta sudah tidak memperbolehkan pasien yang positif Covid-19 untuk isolasi mandiri di rumah. Pasien harus isolasi di tempat yang sudah dirujuk. Jika pasien menolak, siap-siap saja akan dijemput oleh aparat.

Pelarangan isolasi mandiri di rumah berguna untuk menghindari potensi penularan kepada seisi rumah yang lain. Selain itu, kegiatan isolasi akan lebih terkontrol dan terkendali.

Masih bisa masuk kantor, tapi kapasitasnya hanya boleh 25 persen

Pada kebijakan PSBB kali ini, Pemprov DKI Jakarta tetap mengizinkan perkantoran untuk beroperasi, baik kantor swasta maupun kantor pemerintahan. Namun, karyawan yang bekerja di kantor dibatasi menjadi 25 persen saja.

Hal tersebut juga sudah diatur di dalam kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk daerah yang memiliki risiko penularan Covid-19 yang tinggi.

Jika di kantor ditemukan kasus baru atau ada karyawan yang terinfeksi virus, kantor tersebut harus ditutup minimal tiga hari.

Perusahaan yang diizinkan mempekerjakan karyawan hingga 50 persen

Ada 11 sektor perusahaan yang diperbolehkan untuk mempekerjakan karyawannya setiap hari dengan kapasitas yang lebih besar, yaitu 50 persen. Sektor perusahaan tersebut adalah kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informatika, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, serta industri strategis. Kesebelas sektor usaha tersebut dianggap esensial bagi kebutuhan masyarakat.

Mal tetap buka

Berbeda dengan PSBB awal pandemi, pada PSBB kali ini pusat perbelanjaan akan tetap buka. Pengunjung yang datang dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas tempat pusat perbelanjaan. Waktu operasi mal tetap berlaku seperti pada masa PSBB transisi, yakni dari 10:00 WIB hingga 21:00 WIB.

Perizinan pembukaan mal ini tidak diiringi dengan perizinan pembukaan bioskop, lho. Jadi, sabar dulu buat kamu yang mau nonton film di bioskop, ya.

10 kawasan sepeda ditiadakan

Selama masa PSBB total, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk meniadakan 10 kawasan sepeda yang semula diperuntukkan untuk pesepeda.

Seperti di Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Benyamin Sueb yang ada di Jakarta Pusat; Jl Raden Inten dan Jalan KBT sisi Utara di Jakarta Timur; Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk di Jakarta Barat; Jl Danau Sunter Selatan dan Jalan Benyamin Sueb di Jakarta Utara; dan jalan layang nontol Antasari di Jakarta Selatan.

PSBB di angkutan umum

Pemprov DKI Jakarta juga akan membatasi jumlah penumpang di dalam angkutan umum seperti MRT, KRL, dan LRT. Angkutan ojek online masih diperbolehkan untuk mengangkut penumpang dengan syarat melakukan protokol kesehatan dengan ketat. Aturan lain yang diadakan saat masa PSBB ini adalah peniadaan ganjil-genap.

lagu Taylor Swift

Lagu-lagu Taylor Swift yang Menceritakan Mantannya

toxic diri sendiri

Waspada! Terkadang Kamu Bisa Jadi Toxic untuk Diri Sendiri, Lho!