in

Apa sih Investasi? Apakah Anak Muda Bisa Investasi?

investasi sebenarnya bisa dilakukan oleh kamu yang masih sekolah, loh!

investasi
foto pixabay

Ngobrolin.id — Apa yang terbayang oleh kamu jika mendengar kata ‘investasi’. Pasti sebagian besar langsung menepis kata itu karena rumitnya pemahaman yang harus dipahami. Ya, memang investasi rumit jika hanya dipikirkan dan biasanya hanya dilakukan oleh orang dewasa. Sebenarnya, meskipun kamu masih muda, juga sudah harus sadar betapa pentingnya melakukan hal ini, lho!

Nilai mata uang akan mengalami penurunan setiap zamannya. Misalnya, pada 2009 kamu masih bisa membeli roti isi hanya dengan Rp500, sedangkan saat ini (2019) dengan uang Rp500 kamu hanya bisa mendapatkan permen sebanyak 2 buah.

Okelah, jika saat ini kamu sudah bekerja atau masih diberi uang saku dari orangtua. Namun, nanti saat kamu sudah beranjak dewasa, saat kamu ingin membeli sesuatu, apakah uang yang kamu dapatkan tiap bulannya dapat memenuhi kebutuhanmu? Atau, memenuhi kebutuhan yang ingin kamu beli, seperti rumah di masa yang akan datang.

Pada dasarnya investasi berbeda dengan menabung. Menabung hanya menahan dan menyimpan duit kamu dalam tabungan. Sementara, investasi merupakan kegiatan untuk memproduktifkan duitmu hingga dapat menghasilkan keuntungan. Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah penduduk sangat banyak namun masih menduduki peringkat terendah tentang kesadaran dalam berinvestasi.

Memang saat ini marak investasi bodong yang berujung pada penipuan. Hal itu merupakan salah satu penyebab masyarakat masih enggan melakukan investasi. Padahal, jika kamu mengetahui dasar-dasarnya, kamu dapat menghindari penipuan investasi.

Pilihlah perusahaan sekuritas yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa memeriksa legalitas perusahaan terlebih dahulu sebelum memulai investasi dengan menelusurinya di laman resmi Otoritas Jasa Keuangan.

Salah satu penyebab masyarakat banyak yang tertipu karena minimnya pengetahuan namun sudah tergiur dengan keuntungan yang besar. Ingat ya, kawan! Prinsip investasi itu, semakin tinggi pendapatan akan semakin tinggi risiko. Begitupun sebaliknya, semakin rendah pendapatan akan semakin rendah risiko.

Instrumen investasi sangat banyak jenisnya, seperti saham, obligasi, reksadana, sukuk, tabungan pendidikan, dan sebagainya. Kamu bisa menyesuaikan instrumen investasi sesuai dengan kebutuhanmu.

Ingat, ya! Tidak ada investasi yang minim risiko namun untungnya besar. Misalnya saham, saham terkenal dengan penghasilannya yang besar namun risikonya juga besar. Jika kamu masih pemula, kamu dapat memulai investasi dengan reksadana yang sangat minim risiko.

aplikasi investasi

Berinvestasi Semakin Mudah dengan Aplikasi Investasi

program diet

Kenali Jenis-jenis Program Diet