in ,

Aruna dan Lidahnya, Film Kuliner dengan Bumbu Komedi

ketika makanan menyatukan semua lidah

aruna dan lihdanya
foto: Instagram @palarifilms

Ngobrolin.idAruna dan Lidahnya merupakan film kedua dari Palari Films yang diangkat dari novel karya Laksmi Pamuntjak. Film yang mengangkat dunia kuliner ini menampilkan Dian Sastro dan Nicholas Saputra sebagai pemeran utamanya, bukan sebagai Cinta dan Rangga, melainkan Aruna dan Bono.

Aruna merupakan seorang ahli wabah dan Bono merupakan koki. Mereka berdua mulai menyusun rencana untuk berpetualang mencari kuliner-kuliner baru karena Bono ingin menambah menu pada restorannya dan Aruna ingin mengembalikan rasa pada lidahnya. Belakangan ini Aruna merasa kesulitan menilai masakan karena merasa ada sesuatu yang hilang atau belum ketemu di dalam dirinya.

Setelah mereka berdua siap ambil cuti, ternyata Aruna malah mendapatkan tugas untuk meneliti kasus flu burung yang baru saja mencuat di beberapa tempat di Indonesia. Akhirnya dengan berbagai cara, Aruna tetap melanjutkan wisata kulinernya bersama Bono sambil menyelesaikan tugas kantornya.

Mereka gak cuma berdua, ada Nad (Hannah Al Rashid) si kritikus kuliner yang ingin menulis buku, sekaligus dambaan hati Bono. Dan, di tengah jalan, mereka bertemu dengan Farish (Oka Antara) rekan kerja lama Aruna yang sudah keluar kantor sekitar beberapa tahun lalu. Farish merupakan dokter hewan yang ditugaskan untuk mendampingi Aruna meneliti kasus tersebut.

Berkat pertemuan tersebut, secara tidak langsung mereka berempat berkesempatan mengunjungi Surabaya, Pamekasan, Pontianak, dan Singkawang untuk meneliti kasus flu burung sekaligus berwisata kuliner.

Film Aruna dan Lidahnya disutradarai oleh Edwin dan naskahnya ditulis oleh Titien Wattimena. Film ini mengangkat tema kuliner dan persahabatan serta dibumbui dengan adanya konspirasi yang harus Aruna dan Farish pecahkan.

Film ini terbilang sangat ringan menampilkan problematika yang sering dialami orang-orang berusia di atas 25 tahun. Tapi tenang, gak ada permasalahan yang terlalu rumit dalam film ini. Jadi, kamu yang masih di bawah 25 tahun juga tetap bisa memahaminya, hanya memang dikemas dengan nuansa yang agak beda.

Ada banyak daya tarik dari film Aruna dan Lidahnya, seperti bagian monolog Aruna yang terkadang membuat scene tersebut menjadi lucu. Selanjutnya, ada banyak scene yang menampilkan kuliner khas Indonesia sehingga kamu bisa menambah wawasan tentang dunia kuliner dari film ini.

Jalan cerita film ini ringan, tetapi tetap berhasil membuat penonton penasaran. Selain itu, karakter tiap tokoh terbilang sangat khas dan kuat sehingga membuat film ini gak ngebosenin untuk ditonton.

matcha dan green tea

Kamu Masih Menyangka Matcha dan Green Tea Sama?

kaldu udang

Jangan Dibuang, Kulit dan Kepala Udang Bisa Diolah Jadi Kaldu, Lho!