in ,

‘Badai’ Kasus Covid-19 di India

Ambil hikmahnya dan jangan sampai terjadi di Indonesia ya, guys!

india
foto: Pixabay

Ngobrolin.id— Beberapa waktu belakangan ini India dikabarkan tengah mengalami kelonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan. Dalam sehari dilaporkan jumlah kenaikan kasus baru mencapai lebih dari 350.000 dan jumlah kematian mencapai lebih dari 2.800 jiwa.

Dilansir dari kompas.com, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan penyebab gelombang badai Covid-19 tersebut adalah adanya pertemuan massal, rendahnya vaksinasi, dan adanya penyebaran varian virus Corona terbaru yang lebih ganas. Beberapa faktor tersebut langsung menyebabkan kasus meningkat sangat tajam dan mematikan.

Salah satu varian virus terbaru yang beredar di India adalah B.1.617 yang memiliki dua mutasi. Varian tersebut dianggap lebih menular berdasarkan beberapa laporan sains dari para dokter.

Tingkat positif Covid-19 di New Delhi terus meningkat menjadi 35 persen. Kejadian yang lebih parah terjadi di Benggala Barat, tingkat positif di daerah tersebut hampir mencapai 50 persen.

Saat ini India tengah dikabarkan hampir collaps karena persediaan oksigen dan peralatan medis semakin menipis. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan akan mengirim 4.000 konsentrator oksigen dan mengerahkan lebih dari 2.000 tenaga ahli untuk membantu India menghadapi badai pandemi ini.

Bantuan juga datang dari Prancis yang akan mengirimkan pasokan alat medis melalui jalur udara dan laut, serta Uni Eropa (UE) yang akan mengirimkan obat dan oksigen dalam beberapa hari mendatang.

Janji bantuan dan dukungan juga datang dari Denmark, Arab Saudi, UEA, Australia, hingga Bhutan.

Belum lama ini banyak media yang menyiarkan kondisi terkini Delhi yang dipenuhi oleh asap. Asap tersebut berasal dari tumpukan kayu di area parkir yang diubah menjadi krematorium darurat karena tingginya jumlah korban jiwa yang meninggal.

Saat ini beberapa negara telah membatasi penerbangan dari India guna mencegah penularan virus tersebut semakin meluas. Australia telah menangguhkan penerbangan dari negara tersebut hingga 15 Mei mendatang. Selain itu, Thailand, Bangladesh, Singapura, dan Inggris juga telah membatasi perjalanan udara dari India.

Indonesia juga telah mengeluarkan kebijakan untuk menolak warga asing yang memiliki riwayat perjalanan ke India dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk ke Indonesia. Selain itu, Indonesia juga tidak menerbitkan visa bagi warga negara India.

Namun, kebijakan penolakan masuk tersebut tidak berlaku bagi warga negara Indonesia yang memiliki riwayat perjalanan dari India dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk ke Indonesia. Hanya saja, pemerintah membatasi pintu masuknya agar lebih mudah dipantau perkembangannya.

kebiasaan penyebab jerawat

Sudah Skincare-an Tapi Masih Jerawatan? Mungkin Kamu Masih Melakukan Kebiasaan Ini

es kacang merah

Resep Es Kacang Merah yang Menyegarkan nan Bergizi