in

Begini Cara Astronaut Menjalankan Puasa dan Salat di Luar Angkasa

cara astronaut menjalankan puasa dan salat
Foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Pernahkah kamu terpikirkan bagaimana cara astronaut menjalankan puasa dan salat ketika mereka sedang di luar angkasa? Hal ini pernah didiskusikan ketika Malaysia akan mengirimkan astronaut pertamanya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama 10 hari pada 2007 silam.

cara astronaut menjalankan puasa dan salat
Foto: Pixabay

Melansir National Geographic Indonesia, Pada 10 Oktober 2007, Sheikh Muszaphar Shukor dikirim ke ISS. Walaupun sebenarnya pada tahun itu puasa hanya tinggal dua atau tiga hari, Shukor yang telah berpuasa selama pelatihan berkata bahwa dia tetap ingin berpuasa ketika di ISS.

Tapi masalahnya, ISS mengelilingi bumi 16 kali dalam sehari. Itu berarti matahari terbit dan terbenam setiap 90 menit. Selain itu, dengan kecepatan tersebut, ISS mengalami kondisi mikrogravitasi yang menyulitkan para astronaut untuk berlutut. Nah, kebingungan ini pun akhirnya dijawab oleh Dewan Fatwa Nasional Malaysia yang menerbitkan buku panduan untuk beribadah di ISS.

Mereka menuliskan kalau puasa bisa dilakukan di ISS atau Qada’ (kompensasi) di bumi (selama bulan Ramadan). Waktu untuk berpuasa disesuaikan dengan zona waktu dari lokasi diluncurkannya astronaut.

Selanjutnya, pernyataan tersebut kembali dijelaskan oleh mantan Menteri Sains Malaysia, Jamaluddin Jarjis, yang berkata kepada Space.com, 24 September 2007. Ia mengatakan bahwa Shukor diperbolehkan untuk mengundur puasanya hingga kembali ke bumi. Untuk soal salat, Dewan Fatwa Nasional Malaysia juga berkata bahwa durasi 24 jamnya harus disesuaikan dengan zona waktu lokasi diluncurkannya astronaut.

Jika arah Kakbah di Mekkah sulit untuk ditentukan, astronaut bisa menggunakan gambar Kakbah atau bumi sebagai kiblat. Lalu untuk wudhu, astronaut bisa menggunakan tisu atau handuk basah yang disediakan di ISS.

“Bentuk postur tubuh (seperti berdiri, membungkuk, dan berlutut) disesuaikan dengan kondisi di ISS,” tulis Dewan Fatwa Nasional Malaysia.

Jika astronaut tidak bisa berdiri tegak, astronaut bisa mencoba untuk berdiri dengan postur apa pun. Bila masih kesulitan, astronaut boleh duduk dan membungkuk dengan mendekatkan dagu ke lutut atau tempat berlutut.

Akan tetapi, jika astronaut benar-benar tidak bisa mengubah posturnya sama sekali, Dewan Fatwa Nasional menyarankan untuk menggunakan kelopak mata sebagai indikator perubahan postur selama salat atau bahkan sekadar membayangkan urutan salat.

cara membuat salad buah

Cara Membuat Salad Buah Segar Buat Buka Puasa

cara menjaga kadar cairan tubuh

Bagaimana Cara Menjaga Kadar Cairan Tubuh Saat Puasa?