in

Benarkah Ada Obat Penyakit Lupus?

Gejala penyakit lupus sering kali samar dengan penyakit lain. Obatnya pun konon belum ditemukan. Benarkah demikian?

Foto: pixabay

Ngobrolin.id — Penyakit lupus merupakan satu dari sedikit penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya. Lupus sendiri merupakan penyakit autoimun, di mana sistem imun tubuh yang harusnya melindungi justru menyerang tubuh. Tapi, benarkah ada obat penyakit lupus yang sudah beredar?

Lupus eritemarotosus sistemik merupakan salah satu jenis lupus. Lupus ini paling sering diderita dibandingkan lupus jenis lainnya. Lupus ini disebut juga sebagai SLE atau systemic lupus erythematosus.

Ciri SLE adalah lupus yang terjadi menyeluruh pada penderita. Ia bisa menyerang berbagai organ terutama sendi, ginjal, dan kulit. Gejala utama SLE adalah inflamasi kronis pada organ-organ tersebut.

Gejala SLE ini ada beberapa tanda. Penderita akan mengalami rasa lelah yang ekstrem dan sangat mengganggu aktivitas. Penderita juga akan memiliki ruam pada kulit yang mirip dengan sayap kupu-kupu sehingga sering disebut sebagai butterfly rash. Nyeri pada persendian dan terjadi berpindah-pindah juga merupakan salah satu gejala.

Lupus sendiri dikenal sebagai penyakit 1.000 wajah karena gejalanya sering menyaru dengan berbagai penyakit lain yang tidak berbahaya. Seperti demam, sakit kepala, mata kering, nyeri dada, dan sebagainya. Namun meskipun demikian, lupus bukanlah penyakit menular.

Pengobatan pada lupus tidak bisa menyembuhkan lupus sepenuhnya. Penyakit ini sendiri memiliki rangkaian fase aktif atau flare dan fase tenang. Pemberian obat penyakit lupus hanya untuk mengurangi tingkat keparahan gejala, mencegah kerusakan organ, dan meminimalkan dampaknya pada penderita.

Jenis obat yang diberikan pun berbeda-beda. Ini tergantung pada jenis lupus, waktu terjangkitnya, gejala yang dirasakan, dan tingkat keparahan penderita. Beberapa jenis obat yang mungkin dibutuhkan oleh penderita lupus SLE sebagai berikut.

Obat anti-inflamasi nonsteroid

Obat ini sering disingkat sebagai OAINS. Nyeri sendi merupakan gejala utama dari SLE. Pemberian obat ini bisa mengurangi gejala tersebut. Namun, efek samping OAINS antara lain bisa menyebabkan pendarahan lambung, masalah ginjal, dan risiko penyakit jantung.

Kortikosteroid

Obat ini bisa mengurangi peradangan dengan cepat dan efektif. Kortikosteroid diberikan ketika penyakit lupus dalam tahap aktif. Meskipun terdapat beberapa risiko efek samping, obat ini aman dikonsumsi di bawah resep dokter.

Hydroxychloroquine

Obat ini pernah digunakan untuk mengobati malaria. Obat ini berfungsi untuk mengurangi gejala nyeri sendi dan otot, kelelahan, dan ruam pada kulit. Tujuannya, mencegah terjadinya serangan gejala yang lebih parah, mencegah aktifnya penyakit, dan mencegah munculnya komplikasi.

Imunorepresan

Cara kerja obat ini adalah dengan menekan sistem kekebalan tubuh. Jenis imunorepresan yang biasa diberikan dokter antara lain azathioprine, mycophenolate mofertil, cyclophosphamide, dan methotrexate. Ia bisa meringankan lupus dengan menghambat kerusakan.

Rituximab

Obat ini dikembangkan untuk menangani kanker limfoma. Tapi kini rituximab juga digunakan untuk menangani penyakit autoimun. Ia bisa membunuh sel B yang memproduksi antibodi pemicu lupus.

Mengenal Lupus di Hari Lupus Dunia

Lagu Tentang Mantan yang Bikin Kamu Baper