in

Beragam Jenis Herniasi Otak

herniasi otak adalah
Foto: freepik

Ngobrolin.id — Pernahkah kamu mendengar tentang herniasi otak? Bisa dibilang, herniasi otak adalah kondisi ketika jaringan dan cairan yang ada di dalam otak bergeser dari posisi normalnya. Terdengar cukup mengerikan, bukan?

Herniasi otak bisa terjadi karena beberapa hal. Mulai dari cedera kepala, stroke, sampai tumor otak. Hal ini bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan benar. Setidaknya, ada tiga jenis herniasi otak yang bisa terjadi pada manusia. Berikut ini jenis herniasi otak yang sebaiknya kamu ketahui.

Subfalcine

Herniasi otak yang pertama ini terjadi ketika otak bergerak ke bawah lapisan yang disebut falx cerebri. Dibandingkan jenis herniasi otak yang lain, penyakit inilah yang paling sering diderita oleh manusia.

Transtentorial

Ada dua jenis transtentorial. Pertama disebut sebagai descending transtentorial, yaitu ketika bagian uncal yang merupakan otak bagian samping, bergeser ke belakang otak atau posterior fossa. Sementara yang kedua adalah ascending transtentorial, yaitu kondisi herniasi otak yang terjadi ketika bagian otak kecil atau batang otak naik ke atas melewati tentorium cerebelli.

Cerebellar tonsillar

Terakhir adalah jenis herniasi otak yang terjadi ketika bagian bawah otak kecil atau cerebellar tonsil bergeser ke bawah. Bagian otak ini akan melewati foramen magnum yang merupakan lubang di bagian bawah tengkorak.

Meskipun ada tiga jenis, gejala herniasi otak sering kali sama. Beberapa gejala yang perlu kamu waspadai adalah pingsan, pusing, dan sakit kepala. Selain itu, penderita biasanya akan sulit berkonsentrasi.

Secara fisik, penderita herniasi otak akan mengalami tekanan darah tinggi. Tubuh penderita pun akan lebih lemah dari orang kebanyakan. Jika diperiksa, denyut nadi penderita tidak beraturan. Penderita juga akan mengalami pingsan, kehilangan refleks tubuh, dan hilangnya refleks batang otak.

Bagian terburuk dari terserangnya seseorang dengan herniasi otak adalah penderita bisa mengalami henti jantung bahkan henti napas. Hal ini tentu saja berpengaruh langsung terhadap nyawa penderita.

Ada dua pengobatan yang mungkin diberikan. Pertama, endoskopi ventrikulostomi atau pembuatan lubang di dasar otak. Teknik yang digunakan adalah enoskopi. Dengan cara ini, tujuan yang hendak dicapai adalah mengeluarkan cairan otak melalui lubang yang dibuat.

Sementara, cara kedua adalah dengan kraniektomi. Cara ini dilakukan dengan mengangkat tengkorak kepala dekat area pembengkakan otak. Tujuannya, menurunkan tekanan di dalam otak yang bisa menimbulkan kerusakan permanen.

sejarah onigiri

Mengulik Sejarah Onigiri

mitos tentang kanker

Banyak Beredar, Ternyata Info Kanker Ini Hanya Mitos