in

Berita Duka Bencana Alam dari Flores Timur

Mari dibantu semampu kita

Nusa Tenggara Timur
foto: Instagram @Kemensos

Ngobrolin.id — Flores Timur, Nusa Tenggara Timur tiba-tiba diterjang longsor dan banjir bandang pada Minggu (4/3) dini hari pukul 01:00 WITA. Hingga saat ini sudah tercatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 86 orang dan 71 orang hilang dan masih dalam pencarian.

Bencana alam tersebut diduga karena kondisi cuaca yang ekstrem dan imbas dari dua bibit siklon tropis yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur. Presiden Joko Widodo mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada dengan curah hujan yang masih terus meningkat.

Pulau Adonara menjadi daerah paling terdampak karena tingkat kerusakannya termasuk parah dengan jumlah korban jiwa yang cukup besar. Pulau tersebut hanya bisa diakses dengan jalur laut. Namun, hujan, angin, dan gelombang yang terjadi begitu tinggi membuat jalur pelayaran tersebut ditutup sementara.

Siklon tropis yang memicu cuaca buruk tersebut diberi nama Seroja. Nama Seroja diambil dari tumbuhan air yang sering disebut sebagai lotus. Nama tersebut diberikan oleh BMKG yang berperan sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC). TCWC bertugas untuk memantau bibit siklon tropis di wilayah kerja dan menginformasikan peringatan dini. TCWC berwenang untuk memberikan nama badai yang terlihat di perairan Indonesia.

Dilansir dari kumparan.com, Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan bahwa Kemensos akan memberikan santunan pada korban meninggal mencapai Rp15 juta, sedangkan korban luka akan menerima santunan sebesar Rp5 juta. Selain itu, Kemensos juga telah menyerahkan bantuan ke lokasi pengungsian, tetapi distribusi bantuan tersebut sempat mengalami hambatan karena kondisi cuaca buruk.

Tercatat 21 kabupaten di NTT terdampak akibat bencana alam tersebut. Sembilan kabupaten di antaranya mengalami kerusakan yang cukup berat akibat banjir bandang, sedangkan kabupaten lainnya mengalami kerusakan sedang hingga ringan.

Selain menelan korban jiwa, banjir bandang yang terjadi di NTT juga menenggelamkan dan menghanyutkan ratusan rumah serta memutus jembatan sebagai akses transportasi. Oleh karena itu, akses ke lokasi bencana masih sulit dijangkau. Saat ini BNPB tengah bekerja sama dengan berbagai instansi untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir bandang.

tren minimalis

Girls, Ini Lho Deretan Sifat Wanita yang Kurang Disukai

bulan ramadhan

Serba-Serbi yang Dirindukan dari Bulan Ramadhan