in , ,

Berkenalan dengan Metode WOOP, Kunci Sukses Andalanmu

Selesaikan tugas dengan WOOP!

metode WOOP
Foto freepik

Ngobrolin.idGuys, sudah sampai mana usahamu dalam meraih cita-cita? Jika kamu mulai merasa tidak fokus dengan tujuan awal, mungkin kamu sedang berada di tahap bosan dan kebingungan. Tidak perlu panik, hal tersebut wajar. Namun, kamu harus segera bangkit dari kebingungan tersebut. Salah satunya dengan menggunakan metode WOOP dalam menyusun rencana masa depan.

Ketika kita memiliki cita-cita, sangat penting untuk percaya bahwa cita-cita tersebut dapat terwujud. Namun, jika kita hanya ‘percaya’ tanpa melakukan aksi, yang ada hanya akan terjebak dalam kondisi mental attaintment.

Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu langkahnya adalah dengan melakukan metode WOOP. Metode ini memungkinkan kamu memiliki cita-cita dan keyakinan meraihnya, serta masih semangat dengan melakukan usaha maksimal. Metode WOOP sendiri terbagi dalam beberapa bagian.

Wish

Fase pertama yang tidak boleh terlewatkan adalah memiliki harapan dan cita-cita. Jelas, dong kita ingin punya tujuan yang akan kita tuju. Kamu bisa mulai dengan menuliskan harapan-harapan yang kamu punya. Misalnya, kamu ingin mendapatkan nilai bagus, diterima kerja di perusahaan multinasional, atau harapan lainnya.

Jangan lupa gunakan metode SMART saat membuat harapan, ya. SMART sendiri merupakan singkatan dari specific, measurable, achieveable, realistic, dan memiliki time bound yang jelas. Artinya, cita-cita yang kamu inginkan haruslah spesifik, dapat diukur, dapat diraih, rasional, dan memiliki jangka waktu tertentu untuk meraihnya.

Outcome

Tahapan berikutnya yaitu outcome. Kamu pasti bisa membayangkan betapa bahagianya bila cita-citamu tercapai dan semuanya berjalan sesuai rencana. Kamu harus berpikir postif bahwa apa yang kamu impikan bukanlah yang mustahil. Kamu percaya kan, sama mimpimu sendiri?

Obstacle

Banyak hambatan atau obstacle yang mungkin akan kamu lalui. Hal itu merupakan sesuatu yang sangat wajar, kok. Setiap orang memiliki tantangan dan hambatannya masing-masing. Mulai dari persaingan, ketiadaan biaya, minimnya fasilitas, dan sebagainya. Kuncinya, bagaimana cara kamu menyikapinya sehingga fase obstacle ini berhasil terlewati.

Plan

Ngomong-ngomong soal ‘melewati obstacle’, tentunya kamu butuh rencana yang matang, dong. Itulah sebabnya kamu perlu berada di fase plan alias merancang seperti apa sih strategi perang yang akan kamu pakai. Yuk, jangan cuma berani bermimpi tapi juga mewujudkannya!

 

menurunkan berat badan

Berniat Diet? Coba Morning Routine Ini

menggunakan sheet mask

Break Out Setelah Menggunakan Sheet Mask? Ini Penyebabnya