in

Berkenalan dengan Teknik Tidur Bifasik

Konon, teknik tidur ini membuat kita jadi lebih rileks

tidur bifasik
Foto: freepik

Ngobrolin.id — Pernahkah kamu mempraktikkan tidur bifasik? Teknik tidur yang satu ini berarti membagi waktu tidur dua periode dalam satu hari. Dengan kata lain, kamu akan membutuhkan waktu tidur di malam hari dan siang hari.

Idealnya, manusia dewasa membutuhkan waktu tidur berkisar 7—9 jam per hari. Dengan menerapkan pola tidur bifasik, kamu akan membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang di malam hari serta melakukan tidur singkat di siang hari.

Biasanya, orang yang menerapkan pola tidur bifasik akan menerapkan dua teknik tidur berikut. Pertama, mereka akan tidur selama 6 jam di malam hari. Kemudian, mereka akan melakukan tidur siang selama 1—1,5 jam.

Ada pula pola tidur bifasik yang dilakukan selama 7—8 jam di malam hari. Pada siang hari, tidur tambahan dilakukan sebanyak 30 menit.

Pola tidur bifasik bisa dilakukan tergantung dengan pola pekerjaan yang ditekuni. Pola ini menyesuaikan kebutuhan dan aktivitas yang dilakukan. Biasanya, pola tidur ini dilakoni oleh pekerja shift tertentu.

Dari segi medis, tidur bifasik diketahui telah dilakoni manusia sejak zaman dahulu. Seiring berkembangnya teknologi, manusia cenderung melakukan tidur secara sekaligus dalam satu waktu.

Tak banyak yang tahu, tidur bifasik ternyata memiliki beberapa manfaat, lho. Pertama, tidur bifasik dinilai dapat meningkatkan daya konsentrasi. Orang yang gemar melakukannya dinilai lebih produktif dan bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.

Tidur di siang hari selama 5—30 menit mampu memperbaiki fungsi kognitif dan konsentrasi. Selain itu, tidur siang juga dapat mengatasi gangguan kurang tidur pada orang yang sering begadang.

Pola tidur bifasik juga dapat meningkatkan energi tubuh. Tidur dapat menjadi cara mengumpulkan tenaga yang dibutuhkan tubuh. Dengan beristirahat sebentar di siang hari, tubuh menjadi lebih siap beraktivitas setelah penuh dengan energi.

Tidur bifasik juga dapat membantu menjaga kadar gula darah. Orang yang menerapkan pola tidur ini memiliki kadar gula darah yang lebih stabil. Oleh karena itu, tidur bifasik baik penderita diabetes. Hal ini diduga karena pola tidur bifasik mampu mengurangi stres.

asalan resign

Jangan Takut Resign Jika Alasanmu Masuk Akal

menghilangkan kerak kompor

Tutorial Mengilangkan Kerak Kompor, Mudah dan Simpel