in

Betulkah Jumlah Kepulauan Seribu Ada Seribu?

kepulauan seribu
foto: Ngobrolin

Ngobrolin.id — Hampir semua warga di Pulau Jawa, khususnya di Jabodetabek, pasti kenal dengan Kepulauan Seribu yang berada di utara Jakarta. Kamu pasti tahu kan kalau daerah kepulauan tersebut masih masuk Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan data sensus BPS 2016, penduduk di wilayah kepulauan tersebut mencapai 23.639 jiwa. Tahukah kamu kalau jumlah pulau di kawasan ini tidak mencapai seribu. Jumlah pulau di wilayah ini hanya sekitar 110 buah pulau.

Pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu terbagi menjadi dua kecamatan, yaitu Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan. Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan membawahi tiga kelurahan yaitu Kelurahan Pulau Kelapa, Pulau Harapan dan Pulau Panggang.

Melansir dari maritime.go.id, kepulauan ini memiliki sebelas pulau yang berpenghuni, yakni Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dan Pulau Sebira.

Pusat pemerintahan wilayah Kepulauan Seribu terletak di Pulau Pramuka. Pulau ini memang sudah difungsikan sebagai pusat kegiatan sejak 2003 silam.

Selain pulau-pulau berpenghuni, Kepulauan Seribu juga mencakup pulau-pulau wisata seperti Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Kotok Besar, Pulau Puteri, Pulau Matahari, Pulau Sepa, dan lain-lain.

Di Kepulauan Seribu juga terdapat zona konservasi berupa taman nasional laut bernama Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNKS). Di wilayah ini sebagian besar merupakan wilayah perairan. Makanya, wilayah tersebut lebih ditekankan pada pembangunan budidaya laut dan pariwisata.

Pulau ini kaya dengan berbagai jenis flora dan fauna seperti terumbu karang, bintang laut, bintang laut pasir, ikan betok, dan ikan ornamental (ikan Sargent Mayor, ikan Cendro, Giant Travelli, dan lain-lain).

Tak hanya itu, daya tarik Kepulauan Seribu lainnya adalah peninggalan kolonial Belanda seperti arkeologi yang bisa dieksplor masyarakat untuk mengenal sejarah Indonesia.

Pemerintah telah membagi gugusan kepulauan ini menjadi tiga zona, yakni zona pertama yang diperuntukkan sebagai eksploitasi sumber daya alam. Pada zona ini kekayaan alamnya bisa diambil untuk kepentingan industri, misalnya terumbu kerang mati untuk kepentingan industri ubin teraso. Selanjutnya, zona kedua berupa pulau-pulau khusus yang disediakan untuk taman nasional atau pariwisata alam. Zona ketiga adalah kawasan cagar alam yang dilindungi.

 

 

makan di angkringan

Buat Kamu yang Belum Pernah Makan di Angkringan, Ini Alasannya Kamu Perlu Mencoba!