in

Bisnis Kopi Kekinian ala Kiwari Farmers Warung Kopi di Kaki Gunung

warung kopi yang wajib kamu datangi

kiwari farmers
foto: pixabay

Ngobrolin.id — Saat ini pasti kamu sangat mudah untuk menemukan kedai kopi di sudut-sudut kota. Tak dimungkiri, bisnis kopi memang sudah berkembang pesat. Namun, apa jadinya jika kedai kopi justru didirikan di kaki gunung? Adalah Kiwari Farmers sebuah warung kopi di kaki gunung yang memadukan konsep bisnis kuliner dan agrowisata.

Pada sesi Trade Talk di event Trubus Agro Expo 2019 yang membahas bisnis kopi, Irfan Rahadian Suryana, pendiri Kiwari Farmers, hadir sebagai pembicara. Kiwari Farmers tak hanya memiliki line bisnis kopi, tetapi juga mulai fokus mengembangkan bisnis agrowisata.

Kiwari Farmers bermula pada 2010 saat ibunda Irfan menanam kopi di lahan yang dibuat untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Lahan yang ditanami pohon kopi tersebut juga dibangun saung kecil yang nyaman.

“Ibu bilang sih pengen Sabtu-Minggu punya kayak saung kecil ditanam kopi misalnya, karena kenapa, kebetulan berdiri lahannya itu lahan miring, banyaknya lahan miring. Kalau di lahan miring ‘kan kebanyakan petani tanam sayuran. ‘Kan secara teorinya, gak boleh ya menanam sayuran di lahan miring, bagusnya tanaman kopi,” tutur Irfan saat berbicara di sesi Trade Talk Starting Coffee Business Trubus Agro Expo (30/11) di ICE BSD, Tangerang.

Lokasi Kiwari Farmer sendiri berada di kaki Gunung Manglayang. Ibunda Irfan menanam pohon kopi dikarenakan setiap musim kemarau, daerah Gunung Manglayang selalu mengalami kekeringan dan saat hujan selalu longsor banjir.

Irfan sendiri merupakan sarjana ilmu pertanian Universitas Padjajaran (Unpad) dan sudah melanjutkan pendidikan S2 di Jerman melalui beasiswa LPDP. Sebagai sarjana ilmu pertanian, Irfan merasakan suatu keresahan karena melihat realitas alumni dari ilmu pertanian sangat sedikit yang mengaplikasikan ilmunya tersebut langsung di bidang pertanian. Dari angkatan Irfan, hanya 10 persen yang turun di bidang pertanian.

Kenyataan tersebut dianggap sedikit memprihatinkan karena Indonesia merupakan negara agraris, tetapi banyak sarjana pertanian yang kurang tertarik mengaplikasikan ilmunya. Bukan hanya itu, anak-anak petani pun lebih memilih profesi lain.

Perlahan tapi pasti, Irfan mengembangkan seluruh pohon kopi yang tertanam di lahan pribadi tersebut. Saat kopi luwak mulai terkenal, Irfan mulai mencoba untuk mengembangkan kopi luwak dengan standar animal welfare agar kopi luwak dapat diekspor. Standar tersebut diawasi oleh Fakultas Biologi Institut Teknologi Bandung.

Kini, Irfan sudah memiliki warung kopi yang berada di kaki gunung yang tidak ada sinyal seluler dan wi-fi. Irfan bersyukur dengan keterbatasan sinyal tersebut, para pengunjung yang datang akan fokus untuk menikmati kopi dan berbincang bersama.

Tak hanya itu, Irfan juga memerhatikan kesejahteraan para petani kopi sekitarnya. Ia juga sering melakukan bimbingan kepada para petani untuk sama-sama mendukung komoditas kopi itu sendiri. Irfan selalu membagikan keuntungan dengan adil kepada para petani agar mereka terus termotivasi maju berkebun kopi.

teman toxic

Hindari Hubungan dengan Teman Toxic, Begini Ciri-Cirinya

Kucumbu Tubuh Indahku, Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2019