in ,

Book Shaming, Bisa Bikin Minat Baca Menurun

book shaming
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Belum lama ini banyak warganet yang membahas book shaming, istilah baru yang disematkan untuk seseorang yang mempermalukan pembaca saat membaca buku. Fenomena ini kerap terjadi ketika seseorang memiliki selera buku yang berbeda.

Sebetulnya, ada banyak motif yang menyebabkan seseorang melakukan book shaming. Misalnya, membandingkan penulis andalannya dengan penulis lain. Belakangan, ada salah satu akun Twitter yang membandingkan penulis masa kini dengan penulis zaman sebelumnya. Bahkan, ada beberapa pembaca yang melabeli seseorang yang membaca buku digital bukanlah pembaca buku sebenarnya.

Fenomena ini bisa menyebabkan dampak yang kurang baik bagi seseorang, bahkan bisa menyebabkan kemunduran di tengah perjuangan masyarakat Indonesia yang sedang meningkatkan minat baca.

Seseorang yang terkena book shaming bisa saja menjadi kurang berminat membaca hingga timbul keinginan tidak ingin membaca. Padahal, membaca merupakan hobi yang baik dan layak untuk dinikmati semua orang.

Kritik dan book shaming merupakan hal yang berbeda, meskipun keduanya memiliki kemiripan yang hampir sama. Jadi, kamu perlu membedakan mana yang dimaksud dengan kritik dan book shaming agar tidak mudah terbawa perasaan dengan kalimat pedas yang dilontarkan seseorang.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kritik adalah kecaman atau tanggapan, atau kupasan kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Kritik justru dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas karya yang sudah dihasilkan. Walaupun masih banyak orang yang belum siap menerima komentar sisi buruk dari karyanya, mereka cenderung lebih siap menerima komentar yang baik.

Seseorang yang mengkritik akan fokus dengan kekurangan dari karya tersebut dan menjelaskan kenapa ia mengkritik bagian tersebut. Ada alasan yang rasional dari komentar pedas yang dilayangkan oleh seorang yang mengkritik. Dengan begitu, kritikan tersebut dapat menjadi masukan untuk karya tersebut.

Berbeda halnya dengan book shaming yang lebih merujuk kepada meremehkan individu yang membaca buku atau karya seseorang tanpa memberikan alasan yang jelas. Biasanya, seseorang yang melakukan hal ini sering mendewakan satu genre buku, merasa paling pintar setelah membaca buku yang sulit dipahami, dan merendahkan genre buku tertentu.

grup WhatsApp

Jurus Ampuh Menolak Dimasukkan ke Grup WhatsApp

terlalu rindu

10 Tahun Berkarya, Tulus Siap Menggelar Konser Terlalu Rindu