in ,

Cerita Masa Lalu Ondel-Ondel, Ikon Kota Jakarta

ondel-ondel
foto: Oleh Akhmad Fauzi, CC BY 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=54733166

Ngobrolin.id — Buat kamu yang tinggal di daerah Jabodetabek pasti sudah tidak asing dengan ondel-ondel, sebuah boneka besar yang dapat dikenakan oleh manusia. Boneka ondel-ondel akan sepaket dengan alunan musik khas Betawi.

Saat ini, boneka ondel-ondel sering digunakan oleh pengamen jalanan sebagai daya tarik. Makanya, banyak masyarakat di luar Kota Jakarta yang sudah tidak asing dengan boneka berukuran besar ini. Orang yang ada di dalam boneka tersebut akan berjalan sambil bergoyang-goyang mengikuti alunan musik yang keluar dari speaker bersuara sember dan didorong dengan gerobak.

Sebelum digunakan untuk meraup pundi-pundi rupiah di jalanan, ondel-ondel sering digunakan dalam perayaan acara budaya. Namun, nyatanya tidak semua orang menyukai boneka berukuran 2,5 meter ini, banyak orang yang takut dengan penampilan boneka bertubuh besar, dengan riasan wajah yang mencolok, dan rumbai-rumbai di bagian kepala.

Bagian kepala ondel-ondel dihiasi dengan daun kelapa kering, tetapi saat ini lebih sering dihias dengan rumbai-rumbai berwarna-warni. Muka boneka terbuat dari kayu yang diukir dan dihias dengan cat agar menyerupai wajah orang. Untuk boneka wanita biasanya berwajah putih, bergincu merah, dan berkebaya selendang. Sementara itu, boneka pria bermuka merah, bergigi taring, berbaju koko, dan bersarung.

Kerangka badan boneka khas Betawi ini terbuat dari anyaman bambu sehingga orang bisa masuk ke dalamnya. Kerangka pada tubuh boneka dibalut dengan baju dan aksesoris dengan warna mencolok.

Boneka ondel-ondel lahir alias tercipta pada 1605. Dahulu, boneka ini digunakan untuk mengusir roh jahat yang sering mengganggu kedamaian warga Betawi. Namun, saat ini boneka dengan riasan yang sangat mencolok ini lebih sering digunakan dalam perayaan.

Warna merah pada ondel-ondel berfungsi untuk menakuti roh jahat, sedangkan warna putih menggambarkan sifat keibuan yang lembut. Mengingat fungsinya untuk mengusir roh jahat, dahulu boneka ini tidak dibuat asal-asalan. Pembuat boneka perlu melakukan serangkaian ritual seperti menyediakan sesajen, bubur merah putih, rujah tujuh rupa, bunga tujuh rupa, dan asap kemenyan.

Dahulu boneka ini sering disebut sebagai barongan. Menurut beberapa sumber, barongan sendiri berasal dari kata bareng-bareng. Kata tersebut berasal dari kata-kata yang sering terucap, yakni “Nyok, kita ngarak bareng-bareng.

Kamu bisa menjumpai kesenian khas Betawi ini dipentaskan bersama kesenian Betawi lainnya, seperti pencak silat, tanjidor, gambang kromong, rebana, dan masih banyak lagi.

Kehadiran ondel-ondel dapat membuat acara perayaan semakin semarak karena diiringi dengan gendang tepak, gendang kimpul, kemong, tahyan (terompet), krecek, dan kenong.

ghosting

Sederet Alasan Kenapa Di-ghosting Lebih Sakit

nonton drakor

Bahaya Nonton Drakor dari Situs Ilegal