in ,

Cerita Tentang Maldives Sebelum Menjadi Destinasi Honeymoon Turis dari Berbagai Negara

Surga dunia yang didambakan para turis

maldives
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Siapa yang bermimpi ingin menghabiskan masa liburan atau honeymoon bersama pasangan di Maldives sambil melihat hamparan pasir putih yang indah dan lautan biru dengan beragam kegiatan biota bawah laut yang indah. Sebelum semua mimpi itu terwujud, yuk kenal lebih jauh dengan Maldives yang sering disebut Maladewa.

Maladewa terletak di barat daya India dan merupakan negara kepulauan yang memiliki 1.190 pulau merdeka. Di antara ribuan pulau tersebut, ada sekitar 200 pulau yang berpenghuni dan 80 pulau yang memiliki resort yang diperuntukkan bagi wisatawan.

Salah satu pulau yang sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Grand Park Kodhipparu, pulau ini baru beroperasi sejak Juni 2017. For your information, konon tiap tahun ada saja pulau baru yang dibuka seiring dengan perkembangan popularitas negara tersebut.

Saat ini Maladewa memberikan visa kedatangan turis selama 30 hari untuk orang Indonesia. Jadi, kamu tidak perlu repot mengurus visa jika tidak akan tinggal lebih dari satu bulan.

Sejarah Maldives bermula ketika Mohamed Umar atau lebih sering disebut MU Maniku dan tiga temannya membuka Kurumba pada 1972, resort pertama di Maladewa. Saat itu belum ada dermaga di sana sehingga pengunjung harus turun dari perahu untuk sampai di pantai.

Pengunjung pertama Kurumba saat itu didominasi oleh jurnalis dan fotografer asal Italia. Nama Kurumba sendiri diambil dari Bahasa Dhihevi yang berarti ‘kelapa’. Karena sebelum dijadikan resort-resort mewah, kawasan tersebut merupakan area perkebunan kelapa yang tidak berpenghuni.

Pada saat pertama kali dibuka, fasilitas resort tersebut masih sangat terbatas. Jangan harap kamu bisa menemukan warung yang menjual kebutuhan yang paling mendasar. Wisatawan hanya bisa memancing dan berjemur. Saat itu belum ada kegiatan diving, snorkeling, dan lain-lain.

Namun, sejak terjadi perubahan iklim yang sudah berlangsung sebelum pandemi Covid-19, beberapa pulau di Maladewa terancam tenggelam. Selain itu, Maladewa juga terancam mengalami kerusakan terumbu karang yang dapat menyebabkan pemandangan bawah lautnya berkurang.

Mayoritas penduduk Maladewa memeluk agama muslim. Ini sebabnya ada beberapa tempat yang melarang penggunaan bikini. Mata uang yang berlaku di negara kepulauan ini adalah rufiyaa dan dolar AS.

hobi jadi pekerjaan

Ternyata Hobi Jadi Pekerjaan Gak Selamanya Indah

cewe toxic

Ciri-ciri Cewek Toxic dalam Hubungan