in ,

Cuan atau Tidak Investasi di Peer to Peer Lending?

model investasi yang terlihat simple, tapi apa benar se simple itu?

peer to peer lending
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Di era digital, ada banyak metode investasi yang bisa dilakukan dengan mudah hanya melalui aplikasi yang ada di gawai. Salah satu metode investasi yang belum lama ini booming di Indonesia adalah peer to peer lending. Hal tersebut ditandai dengan maraknya platform peer to peer lending yang berkembang di Indonesia.

Peer to peer lending merupakan metode memberikan pinjaman uang kepada individu/bisnis dan mengajukan pinjaman untuk keperluan individu/bisnis secara langsung. Artinya, kamu sebagai investor bisa memberikan pinjaman kepada individu/bisnis secara langsung. Atau, jika kamu bertindak sebagai pemohon dana, kamu bisa mengajukan pinjaman secara langsung kepada calon investor.

Sederhananya, P2P lending merupakan metode yang menghubungkan langsung antara peminjam dan pemberi dana tanpa adanya jasa lembaga perbankan yang menjembatani transaksi kedua belah pihak. Oleh karena itu, jika kamu ingin melakukan pengembangan dana atau investasi melalui metode P2P lending, kamu harus mengetahui caranya dengan benar agar tidak merugi. Pasalnya, pada metode ini tidak ada yang bisa menjamin duit kamu bisa kembali 100 persen.

Karena ini membahas dari sisi investasi atau pemberi dana, pembahasan mengenai peminjam kita abaikan terlebih dahulu, ya!

Keuntungan investasi dengan metode ini ialah membebaskan investor untuk mendanai siapa saja yang ia inginkan. Cara penggunaannya tidak terlalu sulit, cukup masukkan beberapa identitas di dalam aplikasi, lalu transfer sejumlah uang yang ingin diinvestasikan ke dalam e-wallet aplikasi P2P lending dan pilih individu/bisnis yang ingin didanai. Selanjutnya, tinggal masukkan berapa nominal yang ingin diberikan pada individu/bisnis tersebut.

Foto: Pixabay

Modal awal berinvestasi di P2P lending tidak terlalu besar, ada beberapa aplikasi yang menetapkan modal awal minimal Rp50.000 hingga Rp100.000. Jadi, masyarakat sudah bisa mulai berinvestasi menggunakan modal awal yang kecil dengan cara yang mudah.

Eits, tunggu dulu! Kamu harus ingat setiap kegiatan investasi pasti mengandung risikonya masing-masing. Pada metode investasi kali ini, kamu memiliki risiko rugi yang cukup besar karena peminjam mengalami gagal bayar. Selain itu, dana yang sudah diinvestasikan tidak bisa ditarik sesuka hati, harus menunggu peminjam menyelesaikan pinjaman mereka.

Namun, tenang saja, untuk mengatasi risiko gagal bayar, kamu bisa melakukan investasi pada platform P2P lending yang sudah legal dan bisa memberikan jaminan kepada pemberi dana. Jangan sekali-kali kamu menggunakan jasa P2P lending ilegal karena sangat berbahaya. Sebelum memulai investasi, sebaiknya cek platform yang akan digunakan terlebih dahulu di situs OJK untuk mengetahui stastusnya, apakah legal atau ilegal.

Cara lain untuk meminimalisir kerugian, kamu bisa menerapkan sistem taruh telur di beberapa kantong. Artinya, jangan menaruh dana hanya pada satu individu/bisnis. Bagi dana investasi yang kamu miliki menjadi beberapa bagian, lalu tempatkan di beberapa individu/bisnis yang terlihat berpotensi bagus untuk didanai.

Cara tersebut sangat bermanfaat untuk meminimalisir kerugian. Kalau satu bisnis/individu yang kamu danai gagal bayar, masih ada individu/bisnis yang lain.

Selanjutnya, jangan lupa memeriksa laporan keuangan peminjam terlebih dahulu. Biasanya, peminjam akan memiliki track record terkait kemampuannya dalam melunasi pinjaman. Sebaiknya, pilih peminjam yang memiliki track record baik. Dan, sebaiknya lakukan investasi pada kegiatan bisnis saja karena tujuannya sudah jelas memang untuk pengembangan bisnis.

 

 

film serial original Indonesia

Review Saiyo Sakato, Drama Keluarga Minang yang Kocak!

shopaholic

Shopaholic, Penggemar Belanja Meskipun Gak Penting