in , ,

Daftar Perusahaan yang Berhenti BerIklan di Facebook

apa alasan perusahaan tersebut ya?

berhenti beriklan di facebook
foto: pexels

Ngobrolin.id — Belakangan ini santer pemberitaan mengenai banyak perusahaan besar yang mulai berhenti beriklan di Facebook sebagai tindakan pemboikotan. Asal muasal permasalahan ini disebabkan oleh Facebook yang dinilai gagal untuk menyaring konten yang dibagikan dalam platformnya, terlalu banyak konten rasis dan ujaran kebencian.

Perusahaan yang berhenti iklan di Facebook cukup banyak. Perusahaan tersebut adalah Unilever, Starbucks, Coca-Cola, Honda, Adidas, dan Ford. Aksi boikot perusahaan yang berhenti iklan di Facebook menyebabkan saham perusahaan ini turun drastis.

Mark Zuckerberg pun kehilangan keuntungan dari iklan sebesar 7,2 miliar dolar atau sekitar Rp103 triliun. Hal tersebut menyebabkan nilai pasar Facebook menurun sebesar 56 miliar dolar AS atau setara Rp804 triliun. Wow! Jika dihitung pakai tangan, pasti bakalan pegel, ya!

Perusahaan yang ikut menarik iklan di Facebook menilai Facebook sudah terlalu banyak menerima kritikan dari masyarakat tentang bagaimana kegagalannya menangani ujaran kebencian serta konten yang menyesatkan.

Aksi pemboikotan tersebut muncul saat organisasi hak sipil seperti NAACP dan Anti-Defaration League berkampanye dengan tagar #StopHateForProfit. Para organisasi tersebut mengajak kepada para perusahaan besar menghentikan iklannya di Facebook selama pihaknya (Facebook) masih belum mampu menangani konten negatif.

Kampanye tersebut sudah dilakukan sejak 9 Juni 2020 pascakematian George Floyd yang disebabkan oleh petugas kepolisian Minneapolis, Amerika Serikat.

Kini banyak perusahaan beasr yang mulai kehilangan kepercayaan dengan Facebook. Sahamnya pun jatuh hingga 8 persen.

Dilansir dari news.detik.com, David Cumming dari Aviva Investor mengatakan kepada BBC hilangnya kepercayaan dan anggapan ketiadaan pada moral bisa menghancurkan bisnis seseorang.

Sebenarnya, aksi pemboikotan platform media sosial seperti Facebook pada saat ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya, pada 2017 YouTube pernah diboikot karena menampilkan video iklan rasis dan homofobik. Sejak itu YouTube mengubah kebijakan mereka dan saat ini perusahaan tersebut masih bisa berjalan dengan baik.

Banyak yang menilai aksi pemboikotan ini memang dapat menghilangkan sebagian profit untuk Facebook, tetapi tidak akan sampai mematikan perusahaan ini. Hal ini karena hanya perusahaan besar yang ramai melakukan aksi boikot. Sejauh ini masih ada perusahaan kecil yang masih mengiklankan produknya. Hal ini disebabkan oleh perusahaan kecil yang tidak sanggup membayar biaya iklan di televisi.

spyware

Hati-hati Akun WhatsApp Bisa Diretas dengan Cara Spyware

kalung antivirus corona

Kontroversi Kalung Antivirus Corona Kementan