in

Dampak Buruk Kecanduan Gawai, Nggak Cuma Fisik

Waspada!!!

kecanduan gawai
Foto: freepik

Ngobrolin.id — Apakah kamu merasa kecanduan gawai? Hati-hati, dampak buruk dari kecanduan gawai ternyata tidak hanya berpengaruh pada fisik, lho. Efek negatif ini juga dapat dirasakan oleh psikis penderitanya.

Kecanduan gawai dapat terjadi pada siapa saja. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga manula bisa mengalami hal ini. Di kehidupan sehari-hari, penggunaan gawai memang membantu banyak kegiatan. Namun, bila sudah berlebihan, justru akan menimbulkan dampak yang menyeramkan.

Bagi tubuh manusia secara langsung, kecanduan gawai dapat memengaruhi fisik seseorang. Organ pertama yang akan merasakan dampak secara langsung adalah mata. Layar ponsel ataupun gawai lainnya mengeluarkan cahaya dengan kekuatan tertentu. Semakin lama, mata akan mengalami kelelahan. Mata juga dapat mengalami gejala mata kering sehingga pengelihatan terganggu.

Jika terlalu lama menggunakan gawai, kamu juga akan merasakan beberapa bagian tubuhmu terasa nyeri. Nyeri ini dapat terjadi karena seringnya menunduk untuk melihat gawai. Begitu pula bila terlalu banyak mengetik dengan jari juga dapat menyebabkan kram. Bagian tubuh lain yang rawan nyeri ketika sudah kecanduan gawai adalah bahu dan pergelangan tangan.

Tak hanya itu, gawai ternyata juga merupakan salah satu sarang bakteri yang paling subur. Dalam ponsel terdapat banyak sekali bakteri Escherchia coli. Semakin sering kamu menyentuh gawai, semakin tinggi risiko terinfeksi oleh E. coli yang dapat menyebabkan diare ini.

Terakhir, kamu juga akan kekurangan waktu tidur seiring dengan kebutuhan melihat ponsel terus-menerus. Waktu tidur yang berkurang dapat memicu banyak penyakit kronis, mulai dari diabetes, jantung, hingga infertilitas.

Dampak buruk ini tak hanya dirasakan oleh fisik mausia. Secara psikis, kecanduan gawai juga kurang baik. Orang yang sudah kecanduan gawai akan lebih mudah marah dan mudah panik, terutama bila tidak membawa gawai miliknya.

Selain itu, kecanduan gawai juga dapat meningkatkan stres. Tanpa gawai, orang akan lebih mudah merasa bosan dan kesepian. Akibatnya, risiko depresi pun meningkat.

Hal ini akan berbalik bila orang yang kecanduan gawai dipersatukan dengan gawai kesayangannya. Orang tersebut akan sangat mudah kehilangan fokus dan konsentrasi, baik saat belajar maupun bekerja. Akibatnya, hubungan sosial yang terjalin dengan lingkungannya pun akan menurun.

kecanduan gawai

Coba Cek, Jangan-jangan Kamu Kecanduan Gawai!

wisata alam menarik di Bogor

5 Spot Wisata Alam di Bogor, Dekat dengan Jakarta