in

Di Balik Mantra-Mantra Kunto Aji

mantra-mantra Kunto Aji
Foto: instagram

Ngobrolin.id — Solois Kunto Aji kembali mencuri hati penggemarnya lewat album terbarunya. Album bertajuk Mantra-Mantra tersebut dirilis tahun lalu, tepatnya 14 September 2018. Berisi lagu-lagu yang menenangkan jiwa, ternyata ada kisah tersendiri di balik mantra-mantra Kunto Aji.

Album Mantra-Mantra berisi sembilan lagu berbahasa Indonesia. Selengkapnya, judul lagu tersebut adalah Sulung, Rancang Rencana, Pilu Membiru, Topik Semalam, Rehat, Jakarta-Jakarta, Konon Katanya, Saudade, dan Bungsu.

Single Konon Katanya sudah lebih dahulu dirilis. Lagu ini berkisah tentang seseorang yang sedang meyakinkan orang lain untuk berani mengambil keputusan. Disusul dengan Topik Semalam yang menggambarkan seorang pria meyakinkan kekasihnya agar tetap menunggu.

Selebihnya, lagu-lagu dalam album Kunto Aji kali ini berisi tentang lirik yang dalam soal kehidupan. Dan ternyata, cerita di balik mantra-mantra Kunto Aji sungguh menggugah jiwa. Ia menuliskan lirik lagu tersebut saat sedang mengalami salah satu permasalahan mental, lho.

Lebih spesifik, Kunto Aji mengatakan lagu-lagu tersebut menceritakan tentang jiwa seorang overthinker. Alias, segala sesuatunya selalu dipikirkan terlalu berlebihan. Dalam lirik-lirik yang disampaikan Kunto, sering kali ia berpesan bahwa semua yang dikhawatirkan akan jadi baik-baik saja.

Ia juga mengatakan bahwa salah satu alasan mengapa album kedua ini cukup lama jaraknya dari album pertama, yaitu dua tahun, adalah karena overthinking tersebut.

Saking seriusnya menggarap proyek yang satu ini, Kunto Aji melibatkan empat produser musik sekaligus. Mereka adalah Ankadiov Subran, Petra Sihombing, Anugrah Swastadi, dan Bam Mastro.

Cover album kali ini pun digarap oleh Naufal Abshar. Nama tersebut sudah tak asing di dunia lukis. Ia kerap berpergian ke luar negeri sepanjang kariernya. Konsep cover album Mantra-Mantra yang merupakan wajah dari Kunto Aji adalah intepretasi Naufal atas obrolannya dengan penyanyi asal Yogyakarta itu.

Tak hanya dari segi lirik yang magis, lagu-lagu dalam album Mantra-Mantra juga sengaja dibuat dengan frekuensi musik yang berbeda. Frekuensi 396 Hertz digunakan penyanyi 31 tahun tersebut untuk dimasukkan ke karyanya.

Menurut penelitian, frekuensi tersebut bisa membuat seseorang akan merasa lebih baik. Selain itu, pendengar akan jadi lebih bersemangat dan optimis.

Buat kamu yang merasa sedang down, kamu bisa coba mendengarkan lagu-lagu dalam album ini. Siapa tahu, bisa membuatmu merasa lebih baik.

ditaksir berondong

Apa yang Harus Kamu Lakukan Kalau Ditaksir Berondong?

mi instan istimewa

Bikin Mi Instan Istimewa Pakai Topping Sederhana Ini