in

DNA Manusia Bisa Berpindah Lewat Jabat Tangan

DNA manusia bisa berpindah lewat jabat tangan
Foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Studi terbaru mengungkap bahwa DNA manusia bisa berpindah lewat jabat tangan. Dengan begitu, DNA kamu bisa menempel pada benda yang belum pernah kamu sentuh atau jumpai sekalipun, lho. Hal ini didasarkan oleh eksperimen yang dilakukan Cynthia Cale, ilmuwan forensik dari Houston Forensic Science Center, Texas.

DNA manusia bisa berpindah lewat jabat tangan
Foto: Pixabay

Eksperimen dilakukan dengan menginstruksikan pasangan untuk berjabat tangan selama 10 detik. Kemudian, salah satu orang dari tiap pasangan yang berjabat tangan tersebut mengambil sebilah pisau. Pegangan pisau itu kemudian diseka oleh peneliti untuk selanjutnya dilakukan analisis DNA. Hasilnya menunjukkan kalau DNA orang yang tidak memegang pisau dapat ditemukan pada gagang pisau yang dipegang pasangannya.

Sementara pada studi yang terpisah, Leann Rizor, antropolog forensik dari University of Indianapolis, meneliti perpindahan DNA pada benda yang disentuh oleh banyak orang, seperti kendi air atau gagang pintu.

Eksperimen Rizor dilakukan dengan simulasi keadaan yang berlangsung di sebuah restoran. Empat orang siswa duduk mengitari meja dan berpura-pura mengisi gelas dari sebuah kendi kosong. Dua belas siswa lain hanya mengamati, tanpa duduk di meja tersebut.

Saat siswa yang duduk di meja menengadahkan kendi dan gelas, peneliti menyeka gagang kendi, gelas, dan tangan siswa untuk mengambil sampel DNA. Siswa yang duduk di meja hanya memberikan gelasnya sendiri serta kendi air. Namun, DNA mereka ditemukan pada gagang kendi dan gelas milik siswa lain, yang tidak disentuhnya.

DNA dari siswa pengamat ditemukan di kendi dan berbagai gelas milik siswa lainnya, meskipun tidak pernah ada kontak langsung dengan objek tersebut. Hal ini tentu cukup mengejutkan.

“DNA (pengamat) ini mungkin menyebar ke gelas dan kendi saat siswa bersin, batuk, atau mengobrol,” duga Rizor, seperti yang dilansir Science News.

DNA keluar dari tubuh bersamaan dengan aliran keringat. Hasil eksperimen ini mengindikasikan bahwa orang terakhir yang memegang objek, belum tentu meninggalkan DNA dalam jumlah banyak pada objek tersebut. Meski demikian, baik Cale maupun Rizor sepakat bahwa temuan mereka tidak menjadikan bukti DNA dalam investigasi kriminal menjadi tidak valid.

Namun, temuan ini dapat mendorong investigasi perlu dilakukan sehati-hati mungkin untuk mengantisipasi transfer DNA yang tidak disengaja. Di sisi lain, terdapat pula peneliti yang tidak terlalu antusias dengan temuan ini.

Nah, berjabat tangan atau bersalaman memang merupakan kebiasaan yang hampir pasti kita lakukan setiap bertemu orang baru dan berkenalan, ataupun sekadar menyapa. Tapi, mulai sekarang sepertinya kita perlu berhati-hati dalam berjabat tangan, atau setidaknya tidak bersalaman berlama-lama.

ngiler saat tidur

Ngiler saat Tidur Itu Efek Kelelahan, Benarkah Begitu?

stiker kuis di fitur stories

Makin Seru! Instagram Luncurkan Stiker Kuis di Fitur Stories