in ,

Fakta Menarik Aokigahara, Suicide Forest yang Terkenal di Jepang

Aokigahara
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Hampir sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Negeri Sakura pasti penasaran dengan Aokigahara atau lebih dikenal dengan hutan bunuh diri. Dahulu hutan ini sering dijadikan sebagai lokasi bunuh diri sehingga pemerintah mulai menutup hutan agar lokasi tersebut tidak semakin populer. Hutan itu terletak di bagian barat laut Gunung Fuji dan berjarak sekitar 100 kilometer dari sebelah barat Tokyo. Nah, kali ini Tim Ngobrolin bakal kasih tahu kamu fakta menarik Aokighara.

Latar belakang hutan Aokigahara

Dahulu hutan ini kerap dijadikan sebagai kawasan untuk menjalani ritual untuk mengasingkan manula saat masa kelaparan dan musim kering melanda. Namun, semakin ke sini Aokigahara lebih terkenal sebagai lokasi bunuh diri.

Pemerintah Jepang menduga hal tersebut disebabkan oleh kemunculan novel Tower of Waves karya Seicho Matsumoto dan diterbitkan pada 1961. Novel tersebut berisi adegan sepasang kekasih yang mengakhiri hidup di hutan tersebut. Ada juga buku lain yang menambahkan kesan angker hutan ini, yaitu The Complete Manual of Suicide yang terbit pada 1993.

Menjadi inspirasi para sineas

Aura angker dan misterius Aokigahara membuat banyak sineas terinspirasi untuk mengangkatnya menjadi film. Sudah ada dua film yang terinspirasi oleh hutan ini, yaitu Sea of Trees (2015) dan The Forest (2016).

Kondisi hutan

Sudah ada beberapa vlogger yang penasaran untuk menelusuri hutan yang terkenal angker. Jika dilihat sepintas, hutan ini memiliki banyak pohon yang lebat, kanopi pohon saling bersentuhan antara satu dan yang lain sehingga sangat mudah membuat orang yang masuk menjadi tersesat.

Suasana hutan sangat sunyi, tidak ada binatang liar yang terlihat. Beberapa pohon ada yang ditandai dengan pita, menjadi pertanda lokasi tersebut pernah digunakan untuk bunuh diri.

Informasi konseling bunuh diri

Saking sering digunakan untuk mengakhiri hidup, di hutan ini terdapat banyak informasi konseling untuk anti bunuh diri. Ada beberapa penanda yang berisi imbauan untuk merenungkan kembali setiap anugerah dan rasa sakit yang sudah diberikan.

Upaya pemerintah Jepang untuk menekan angka bunuh diri di Aokigahara

Pemerintah Jepang selalu berupaya untuk menekan angka bunuh diri di hutan tersebut. Misalnya, dengan mengerahkan petugas untuk berpatroli dan memasang kamera pengawas untuk memantau setiap gerak-gerik yang terjadi di hutan tersebut.

Tak hanya pemerintah, masyarakat di sekitar hutan tersebut juga turut andil dalam mencegah terjadinya kasus bunuh diri. Salah satu pemilik toko di sekitar hutan mengaku dirinya sudah berhasil mengagalkan aksi bunuh diri sebanyak 160 kasus selama 30 tahun. Dirinya selalu mengamati gerak-gerik seseorang yang datang sendirian ke kedainya.

calon pengantin

Alasan Calon Pengantin Gak Boleh Melakukan Treatment Kecantikan Sembarangan

film Indonesia tentang cinta

Rekomendasi Film Indonesia tentang Cinta yang Tidak Biasa