in ,

Fenomena Panic Buying yang Terjadi di Indonesia selama Pandemi Covid-19

panic buying
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Sejak pandemi Covid-19, kamu pasti mulai mendengar istilah panic buying, kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia secara bebas artinya ‘membeli panik’. Lah kok panik dibeli? Panic buying merupakan situasi di mana banyak orang yang tiba-tiba membeli sesuatu, misalnya makanan, bahan bakar, dan lain-lain sebanyak mungkin karena takut akan terjadi sesuatu yang buruk.

Biasanya, panic buying akan ditandai dengan volume pembelian yang meningkat secara signifikan sehingga menyebabkan persediaan barang di pasaran mulai susah dicari dan harganya menjadi tinggi. Pasti kamu sudah tidak asing dengan fenomena ini bukan? Karena fenomena panic buying sudah terjadi sejak awal virus Covid-19 masuk ke Indonesia. Berikut ini beberapa benda yang pernah diserbu masyarakat karena panic buying.

Masker

Kelangkaan masker menjadi salah satu momen yang tidak pernah terlupakan saat virus corona baru masuk ke Indonesia. Persediaan masker di seluruh toko langsung habis terjual, bahkan ada beberapa toko yang menerapkan pembatasan jumlah masker yang dibeli. Ada juga pedagang nakal yang memanfaatkan kondisi tersebut dengan menaikkan harga masker hingga berkali-kali lipat, bahkan ada satu kotak masker yang dijual hingga Rp1 jutaan.

Melihat kekacauan tersebut, banyak tenaga kesehatan mulai mengimbau masyarakat untuk tenang. Suasana mulai terkendali saat beberapa penelitian menunjukkan masker kain dinilai masih efektif mencegah virus corona. Akhirnya, masyarakat mulai membeli masker kain yang dinilai lebih ekonomis. Selain itu, sudah mulai banyak produsen yang memproduksi masker sehingga jumlah persediaan masker di pasaran mulai meningkat.

Nah, mulai dari situ kondisi penjualan masker mulai berangsur-angsur kembali normal hingga saat ini. Apalagi, ketika masker kain lebih dianjurkan sebagai pelapis masker medis.

Handsanitizer

Kasusnya hampir serupa dengan masker. Pada awal pandemi banyak orang yang berebutan untuk mendapatkan handsanitizer dan akhirnya langka sehingga banyak penjual yang menaikkan harga untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda.

Namun, setelah ada edukasi mengenai cuci tangan ternyata lebih efektif menghilangkan virus, penjualan handsanitizer mulai kembali normal. Hal tersebut juga diiringi dengan banyaknya produsen handsanitzer yang mulai masuk ke pasaran untuk memenuhi permintaan.

Disinfektan

Kasusnya sama seperti dua benda di atas. Kondisi penjualan disinfektan kembali normal ketika banyak penelitian yang mulai memberikan cara-cara membuat disinfektan dari berbagai bahan, mulai dari pembersih lantai hingga pemutih pakaian.

Susu Bear Brand dan kelapa hijau

Setelah setahun berlalu, ternyata kejadian panic buying kembali terjadi, kali ini pada produk minuman susu sapi steril yang diiklankan oleh naga dan kemasannya berlogo beruang. Selain itu, kelapa muda hijau juga tiba-tiba permintaannya naik dan berimbas pada kenaikan harga. Kedua produk minuman tersebut memang benar menyehatkan, tetapi bukan menjadi satu-satunya obat untuk Covid-19.

Akhirnya, banyak orang dari dunia kesehatan yang mulai memberikan riset ilmiah mengenai produk minuman tersebut, khususnya susu Bear Brand. Masih ada banyak bahan pangan yang sama berkhasiatnya untuk meningkatkan imunitas tubuh saat sakit.

sertifikat vaksin dan PCR

Cegah Sertifikat Vaksin dan PCR Palsu, Pemerintah Bakal Terapkan Sertifikat Digital

kangen sekolah

Hal-hal yang Bikin Kangen Sekolah Offline