in ,

Film Dokumenter ‘Kemarin’ tentang Band Seventeen, Catat Tanggal Tayangnya!

film dokumenter yang wajib ditonton saat bioskop sudah buka

kemarin
foto: instagram @cgv.id

Ngobrolin.id — Kejadian tsunami yang pernah terjadi di penghujung 2018 di Tanjung Lesung masih lekat dan membekas di hati para korban, termasuk keluarga besar keluarga band Seventeen. Setelah dua tahun berlalu, akhirnya Seventeen mengeluarkan film semidokumenter yang bertajuk “Kemarin”.

Kejadian tersebut menyisakan pilu yang harus dipikul oleh sang vokalis, yakni Ifan. Namun, kehidupan harus terus berjalan, dan film semidokumenter Kemarin akan menjadi kenangan tersendiri.

Tragedi tersebut membawa pergi M. Awal Purbani atau biasa dipanggil Bani sebagai bassis, Herman Sikumbang atau biasa dipanggil Herman sebagai gitaris, dan Widu Andi Darmawan biasa dipanggil Andi sebagai drummer. Selain itu, beberapa kru lain di antaranya Oki Wijaya sebagai road manager, Ujang, serta Dylan Sahara yang merupakan istri dari Ifan. Semua tokoh tersebut menjadi poros utama dalam film ini.

Trailer film semidokumenter tersebut sudah dirilis sejak 23 Maret 2020 pada channel  YouTube Mahakarya Channel. Awalnya, film ini dijadwalkan akan tayang pada 23 April 2020 di Indonesia, dan akan juga ditayangkan di Malaysia. Namun, film ini pun harus menunda jadwal penayangan karena pandemi Covid-19.

Pada 12 Juli 2020 CGV Cinemas Indonesia merilis poster film ini. Dalam poster film tersebut terlihat tulisan ‘Coming Soon in August’. Artinya, film ini kemungkinan besar akan tayang di CGV Cinemas Indonesia pada Agustus mendatang.

Dua minggu sebelum tragedi, Seventeen dan manajemen sepakat untuk melakukan pembuatan dokumenter perjalanan Seventeen. Manajemen pun mulai merancang semua dokumen perjalanan yang hampir sudah dilakukan selama 20 tahun. Hingga akhirnya, pada 28 Desember 2018, band tersebut harus mengalami tragedi tsunami yang memilukan.

Satu bulan pascakejadian, tepatnya pada 22 Januari 2019, mereka berhasil menemukan kamera miliki almarhum Andi yang digunakan untuk merekam video sebelum tragedi tsunami hingga momen kebersamaan terakhir. Bahkan, video musibah saat mereka dihantam ombak besar pun terekam dalam kamera. Kamera tersebut memang ditemukan dalam keadaan rusak, tetapi memory card-nya masih bisa digunakan.

Film ini digarap oleh Mahakarya Pict yang bekerja sama dengan Mahaka Radio Integra. Upie Guava diangkat sebagai sutradara yang bersanding dengan Wisnu Surya Pratama yang menuliskan naskah ini.

Video yang berhasil diselamatkan dari kamera alm. Andi total berdurasi 50 jam lebih. Nantinya, ada beberapa video yang akan direka adegan ulang, seperti adegan tsunami untuk melengkapi alur cerita.

 

resep kue jongkong

Resep Kue Jongkong Sumatera Selatan

menentukan harga jual

Cara Mudah Menentukan Harga Jual Produk Dagangan