in ,

Gengs, Ini Perbedaan PPKM dan PSBB

Jangan lupa untuk protokol kesehatan, ya!

perbedaan PPKM dan PSBB
foto: Unsplash

Ngobrolin.id — Pemerintah resmi menerapkan PPKM pada 11—25 Januari, istilah baru yang dikeluarkan pemerintah sebagai upaya untuk menekan angka penularan Covid-19. Sayangnya, kemunculan istilah baru tersebut membuat sebagian masyarakat menjadi kurang tertarik untuk mengetahuinya. Nah, Ngobrolin bakalan coba bahas perbedaan PPKM dan PSBB dengan cara yang lebih santai biar kamu tertarik.

PPKM merupakan kependekan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Berbeda dengan PSBB yang merupakan singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar. Dari kata-kata tersebut sudah terlihat jelas bahwa pembatasan yang akan diterapkan pada PPKM akan lebih longgar dibanding PSBB, di mana seluruh masyarakat tidak bisa melakukan interaksi sosial seperti biasa.

Misalnya, pada awal pandemi banyak restoran yang harus tutup karena kebijakan dari pemerintah. Saat ini restoran tidak perlu tutup, tetapi ada beberapa pembatasan yang harus dilakukan, seperti kuota pengunjung dine in (makan di tempat) hanya sekitar 25 persen serta restoran lebih disarankan menerapkan layanan take away (bawa pulang).

Jadi, istilah ini bukan merupakan larangan untuk tidak berkegiatan di luar ruangan. Hanya saja istilah ini digunakan untuk pembatasan agar kegiatan masyarakat di tempat umum bisa lebih terkendali.

PPKM juga bukan merupakan kebijakan untuk me-lockdown suatu wilayah. Istilah ini digunakan hanya untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada libur akhir tahun, mengingat kasus penularan menjadi tinggi kembali setelah liburan akhir tahun usai.

Saat ini PPKM sudah diberlakukan di Jawa dan Bali. Hal ini disebabkan oleh tingkat kematian sudah di atas 3 persen, tingkat kesembuhan di bawah 82 persen, kasus aktif nasional di bawah 14 persen, dan keterisian RS untuk tempat tidur isolasi dan ICU di atas 70 persen.

Nah, kebijakan yang akan diterapkan selama PPKM, di antaranya work from home (kerja di rumah) 75 persen dan work from office (kerja di kantor) 25 persen, kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring, pembatasan jam operasional pada sektor esensial, serta penerapan protokol kesehatan yang semakin diperketat.

Selama masa PPKM, pusat perbelanjaan atau mal hanya diizinkan buka sampai pukul 19:00, pengunjung yang diperbolehkan pun hanya sekitar 25 persen.

Kamu jangan khawatir dan cemas, tetap terapkan protokol kesehatan untuk menjaga diri sendiri dan orang di sekitar. Istilah baru ini bisa menjadi solusi untuk menekan angka penularan apabila masyarakat juga sadar dan ikut berkontribusi.

 

bahan wasabi

Bahan Pembuat Wasabi, Ternyata Lebih Banyak Wasabi Palsu Dibandingkan yang Asli

produktivitas di kantor

Sadar Gak Sih, Hal-hal Ini Bisa Mengganggu Produktivitas Kamu di Kantor