in , ,

GeNose Akan Dipasang di Stasiun dan Tempat Umum Lainnya

GeNose
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Alat tes Covid-19 yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bernama GeNose segera diproduksi masal. GeNose akan dipasang di seluruh stasiun kereta api untuk mendeteksi para penumpang kereta api. Alat tes ini sudah mendapatkan izin pemakaian darurat (emergency use authorization /UEA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

GeNose merupakan alat untuk mendeteksi keberadaan virus Covid-19 melalui embusan napas. Alat ini mampu mendeteksi dalam hitungan detik. Dilansir dari kompas.com, alat deteksi ini sudah digunakan di beberapa rumah sakit di Yogyakarta dan Jakarta.

Sementara itu, Stasiun Senen menjadi stasiun pertama yang akan dipasangkan GeNose. Alat ini direncanakan sudah bisa digunakan pada 5 Februari 2021 mendatang. Setelah pemasangan di stasiun berhasil, GeNose juga akan dipasang di bandara-bandara.

Dengan begitu, penumpang yang akan melakukan perjalanan jarak jauh harus melakukan tes dengan alat ini terlebih dahulu. Kemungkinan harga tes dengan alat uji ini akan jauh di bawah tarif tes Covid-19 yang sudah beredar di pasaran.

Tak hanya stasiun dan rumah sakit, alat ini rencananya juga akan digunakan di perkantoran dan fasilitas kesehatan lainnya. Satu unit alat tes Covid-19 melalui embusan napas ini dibanderol sekitar Rp62 Juta. Dengan harga segitu, GeNose bisa digunakan hingga 100.000 kali pemakaian.

Saat ini pihak pengembang sedang bersiap-siap untuk memproduksi GeNose sebanyak 3.000 unit sampai Februari, dengan target produksi tiap bulannya sejumlah 1.000 unit. Oleh karena itu, alat tes Covid-19 ini baru bisa didistribusikan pada pertengahan Februari 2021.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, seseorang yang akan menjalani tes dengan alat ini tidak boleh mengonsumsi apa pun selama setengah jam sebelum tes. Pengguna juga dilarang merokok karena dapat menyebabkan hasil tes kurang akurat.

Penggunaan alat tes Covid-19 ini didukung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

lagu persahabatan

Lagu yang Bikin Kangen Sama Kisah Persahabat

sejarah tempe

Sejarah Tempe yang Sudah Mendunia