in ,

Girl in The Basement, Film Drama Mengerikan yang Diangkat dari Kasus Asli

tahan jangan emosi, siapin tisunya juga ya

girl in the basement
foto: instagram @lifetimetv

Ngobrolin.id — Pada 2008 silam masyarakat dunia dihebohkan dengan kasus penculikan yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anaknya sendiri. Sang anak disembunyikan di dalam sebuah basement (ruang bawah tanah) selama 20 tahun dan mendapatkan pelecehan seksual oleh ayahnya hingga melahirkan 7 orang anak. Kini cerita tersebut diangkat menjadi film yang berjudul Girl in The Basement.

Film Girl in The Basement mengisahkan Sara yang disekap oleh ayahnya sendiri karena bertindak kurang ajar. Sara melarikan diri saat dirinya tidak diizinkan untuk datang ke pesta bersama pacarnya. Merasa tidak dihargai, akhirnya Don, sang ayah menculik Sara dan mengurungnya di basement rumah mereka.

Film ini disutradarai oleh Elisabeth Rohm dan telah mendapatkan rating di IMDB sebesar 6,3/10. Sang sutradara sudah mengubah beberapa bagian dan mendramatisasinya untuk melengkapi cerita di dalam film tersebut.

Kamu bisa menyaksikan film ini pada layanan streaming Netflix. Jangan lupa untuk siapkan tisu karena ada beberapa adegan yang mengundang bawang alias haru. Kamu akan disuguhkan cerita perjuangan Sara untuk bertahan hidup. Tak ada celah baginya untuk kabur dari ruangan tersebut kecuali pasrah dengan apa yang tengah dialaminya.

Pada awalnya Sara digambarkan sebagai anak perempuan pembangkang, dirinya tidak menyukai aturan yang dibuat oleh ayahnya yang terkesan otoriter. Makanya, ia sering berbicara kasar dan mengabaikan kehadiran sang ayah.

Atas alasan itulah ayah Sara merasa perlu memberikan pelajaran untuknya. Namun, nahas. Don malah terjebak pada masalah baru, yakni ia malah melecehkan anak perempuannya—sendiri sampai melahirkan tiga orang anak.

Kisah dalam film ini terinspirasi dari kasus yang pernah dialami oleh Elisabeth Fritzl yang diculik oleh ayahnya, Josef Fritzl. Dalam kisah aslinya, Josef sudah menyiapkan ruang bawah tanah secara spesial untuk menyekap anak perempuannya saat Elisabeth berumur 18 tahun.

Setelah diculik, Elisabeth dipaksa menulis surat untuk ibunya, Rosemarie, dan menyatakan bahwa ia pergi dari kampung halamannya dan tidak ingin dicari. Selanjutnya, selama 24 tahun Elisabeth hidup di bawah tanah dan melahirkan 7 orang anak, tetapi satu anaknya meninggal dunia setelah tiga hari lahir.

Menurut jurnalis yang sempat ingin meliput kasus asli film tersebut, dirinya sempat merasa janggal dengan tindak tanduk ayahnya yang justru merasa terganggu dengan kehadiran jurnalis dan tidak kooperatif memberikan informasi yang lengkap.

 

 

cumlaude

Manfaat dari Gelar Cumlaude

lagu musisi Indonesia

Lagu-lagu Indonesia yang Sering Dikira Lagu Luar Negeri