in

Hal-hal ini Bisa Membuat Startup Gagal

startup gagal
Foto: pixabay

Ngobrolin.id — Walapun digadang-gadang memiliki masa depan cerah, nyatanya startup tetap bisa mengalami kegagalan. Dalam dunia bisnis, sudah tidak mengherankan jika startup bisa gagal. Bahkan, sebuah riset menyebutkan bahwa 9 dari 10 startup tidak akan berkembang alias punya potensi kegagalan yang lebih besar. Nah, berikut ini hal-hal yang bisa membuat startup gagal.

Kurangnya dukungan dana

Sudah rahasia umum bila startup sangat bergantung pada investor. Iming-iming saham sampai persentase keuntungan yang besar seringkali tetap tak dapat menarik minat pemodal kapital untuk menyuntikkan dananya ke perusahaan rintisan yang baru berdiri.

Produk tidak dibutuhkan pasar

Startup adalah sebuah bisnis kreatif. Apa saja bisa menjadi produk jualan perusahaan rintisan yang masih belum jelas arah jalannya ini. Bisa jadi, produk tersebut memang benar-benar bagus, tapi sayang tidak terlalu dibutuhkan.

Sebut saja sebuah startup yang digadang bisa jadi potensi tapi justru tutup buku belum lama ini, Qlapa. Ternyata, produk yang ditawarkan, yaitu jasa e-commerce yang menghubungkan pengrajin tradisional dengan pembeli kurang diminati konsumen sehingga kucuran dana investor pun tak sanggup digunakan untuk menutupi kerugian.

Komposisi tim yang tidak tepat

Tidak ada bisnis startup yang berdiri dan dikerjakan oleh satu orang. Semuanya adalah kerja tim. Masalahnya, kadang dalam satu tim terdapat orang-orang yang berpotensi mencegah startup untuk berkembang.

Tidak menutup kemungkinan bahwa pendiri startup justru jadi sosok tersebut. Oleh karena itu, tim yang kuat dan solid sangat dibutuhkan agar startup bisa terus meningkatkan nilai valuasinya.

Tidak peduli pada pesaing

Memasuki zaman yang semakin modern, tentu pesaing lebih mudah mengikuti apa yang kita lakukan dibanding zaman dahulu, begitu juga dengan startup. Jika kita terus-terusan tidak memedulikan pesaing, bisa jadi produk yang disediakan kompetitor justru lebih menarik, lebih murah, dan lebih diminati konsumen.

Tidak melakukan pivot

Pivot adalah istilah yang berarti mengubah strategi startup, terutama jika perusahaan tersebut sedang menghadapi sunset alias menjelang bangkrut. Sebagai contoh, seiring berkembangnya e-commerce yang ada, perlu dibuat langkah lanjutan agar tidak terjadi kebangkrutan karena kalah saing. Misal, membuka sistem baru yang tidak dimiliki e-commerce lain.

masa pendekatan

Ladies, Ini Dia Hal yang Sering Ditutupi Pria di Masa Pendekatan

wisata mistis di kota Medan

Spot Wisata yang Ternyata Mistis di Kota Medan