in ,

Harga Masker Kembali Normal, Penimbun Masker Merugi

harga masker sudah kembali normal setelah sempat langka

harga masker
foto: pexels

Ngobrolin.id — Pada awal diumumkannya kasus Covid-19 pertama di Indonesia, banyak orang berbondong-bondong mencari masker kesehatan untuk melindungi dirinya. Sayangnya, gerak masyarakat kalah cepat dengan oknum penimbun masker, mereka sudah lebih dahulu mengumpulkan masker sebelum virus Corona masuk ke Indonesia. Dampaknya, hanya sedikit masyarakat yang bisa mendapatkan masker dengan harga masker yang normal.

Para penimbun masker tersebut menjual kembali masker di e-commerce dengan harga berkali-kali lipat. Bahkan, untuk satu bungkus masker satu lapis yang berisi 4 lembar harganya bisa mencapai Rp80.000-an, padahal harga normalnya hanya Rp8.000-an. Sontak aksi ini mendapatkan berbagai macam hujatan dari warganet.

Banyak juga penipuan masker yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.  Ada juga penjual masker yang menjual masker bekas, mereka membersihkan masker tersebut agar terlihat seperti baru dan dijual eceran. Oleh karena itu, muncul gerakan menggunting atau menghancurkan masker bekas pakai.

Tak hanya itu, ada oknum yang menjual masker yang ditujukan untuk rumah sakit. Akibatnya, para tenaga medis kekurangan stok masker, padahal mereka sangat membutuhkannya.

Di tengah isu kelangkaan masker, Kementerian Kesehatan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak usah khawatir karena sebenarnya yang membutuhkan masker adalah orang yang sakit, bagi mereka yang sehat cukup rajin cuci tangan dan menjaga jarak. Namun, setelah ditemukannya banyak kasus penderita yang tidak bergejala, pemerintah akhirnya mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker.

Masker yang disarankan adalah masker kain, masker tersebut sangat mudah didapat dengan harga yang masuk akal. Pembuatannya pun tidak serumit masker kesehatan sehingga produksinya cukup tinggi. Akibatnya, banyak penjual masker kain yang mulai bermunculan di pinggir jalan.

Selain itu, pemerintah mulai memproduksi masker kesehatan secara massal untuk memenuhi kebutuhan para tenaga medis. Seperti yang diposting oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada akun Instagram pribadinya @ridwankamil, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa Jawa Barat sudah berhasil menghasilkan masker bedah berstandar WHO dan volume produksinya akan terus dinaikkan hingga 1 juta produksi.

  1. dr. Gia Pratama, dokter sekaligus penulis yang aktif di Twitter mengunggah cuitannya pada akun pribadinya @GiaPratamaMD: banyak ‘pengusaha’ masker rugi miliyaran, mereka dapat harga 200 k trus beli puluhan ribu box, udah berfantasi untung lebih dari 150 k per box. Terus sekarang masker surgical diproduksi massal dan masyarakat pake masker kain. Harganya anjlok kembali normal. Boro-boro ga berkah untungnya, ini malah rugi.

Setelah itu, banyak warganet yang mengatakan harga masker di beberapa supermarket sudah kembali normal. Bahkan, stoknya sudah tersedia kembali setelah beberapa minggu tidak ada.

 

 

meredam amarah

Tips Meredam Amarah ala Muslim

fiqih wanita

Mempelajari Fiqih Wanita itu Penting