in , ,

Hari Buku Sedunia, Kenalan Yuk Sama Sejarah Buku

Hari buku sedunia
Foto: unsplash

Ngobrolin.idHari buku sedunia

tepat diperingati pada hari ini, 23 April 2019. Hari ini sendiri diadakan oleh UNESCO, organisasi pendidikan dan kebudayaan yang berada di bawah PBB. Hayo, kamu sudah baca buku belum hari ini?

Hari buku sedunia digelar bertepatan dengan buku pertama yang dibuat oleh toko buku di Catalonia, Spanyol. Ide awal tersebut muncul dari seorang penulis bernama Valencia pada 1923. Ia mengkhususkan hari tersebut untuk menghargai penulis Miguel de Cervantes yang meninggal pada tanggal tersebut.

Di sisi lain, UNESCO memperingati hari ini sebagai cara untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta. Hari ini juga merupakan hari kematian penyair ternama, William Shakespeare dan inca Garcilaso de la Vega.

Sejarah adanya buku sendiri masih belum jelas hingga kini. Sejarah pertama tentang adanya buku berasal dari Mesir, yakni pada 2400-an Sebelum Masehi. Orang Mesir memiliki kertas papirus, yakni berasal dari tanaman papirus. Tulisan pada kertas papirus digulung dan gulungan tersebutlah yang merupakan buku pertama.

Sejarah lain mencatat bahwa buku sudah ada sejak zaman Sang Budha di Kamboja. Beliau menuliskan wahyunya di atas daun dan membaca berulang kali. Para cendekiawan dari Tiongkok kemudian menuliskan ilmunya di atas lidi, dan diikat menjadi satu.

Buku yang terbuat dari kertas sendiri baru ada pada sekitar 200 Sebelum Masehi. Bahan dasar kertas yang digunakan terbuat dari bambu. Hingga pada awal abad ke-11, pedagang muslim membawa kertas ke Eropa.

Seiring berjalannya industri dan teknologi, penciptaan kertas pun mengalami modernisasi. Mesin cetak kertas pertama diciptakan oleh Johann Gutenberg pada 1450. Seketika, percetakan buku pun mengalami revolusi.

Di Indonesia sendiri, teknologi percetakan dibawa masuk oleh bangsa Belanda. Surat kabar pertama yang dicetak di Indonesia adalah Batavia Nouvelles pada 1744. Koran tersebut dicetak oleh Percetakan Benteng. Menyusul kesuksesan percetakan tersebut, mulai banyak bermunculan pengusaha percetakan dan pabrik kertas.

Memasuki era modern, percetakan tak lagi bisa seeksis dulu. Maraknya informasi dan hiburan yang bisa diakses via internet membuat peminat buku cetak sedikit tergeser. Kini, bahkan kita bisa membaca lewat layar ponsel pintar.

Walaupun begitu, bukan berarti posisi buku akan tergeser sebagai jendela dunia. Nggak ada salahnya, kok, mulai biasakan membaca di mana pun kita berada. Baik melalui buku cetak maupun buku elektronik, membaca tetap menyenangkan dan menambah wawasan.

Penuaan

Benarkan Penuaan Bisa Terjadi Sejak Usia 20 Tahunan?

asal-usul pizza

Oh, Ternyata Begini Asal-Usul Pizza