in

Hari Puisi Nasional, Yuk Berkenalan dengan Penyair Ternama Indonesia

Hari Puisi Nasional
Foto: instagram

Ngobrolin.id — Hari Puisi Nasional diperingati setiap 28 April. Hari ini diperingati untuk mengenang seorang penyair ternama, Chairil Anwar. Pelopor puisi modern di Indonesia tersebut tutup usia pada 28 April 1949 silam.

Chairil Anwar kerap dijuluki sebagai ‘Si Binatang Jalang’. Julukan itu ia dapatkan karena dalam karyanya yang berjudul Aku, ia menggambarkan dirinya sebagai si binatang jalang. Puisi Aku sendiri menjadi salah satu puisi paling terkenal di Indonesia.

Selain Chairil Anwar, banyak lho penyair Indonesia yang juga memopulerkan budaya puisi modern. Beberapa di antara mereka bakal Ngobrolin.id kenalkan lagi untuk memperingati hari puisi ini. Siapa saja?

Sapardi Djoko Damono

Hujan Bulan Juni dan Aku Ingin adalah dua dari banyak karya Sapardi Djoko Damono yang meledak di pasaran. Pria sepuh ini dikenal sebagai salah satu penyair dengan diksi yang dalam. Kini, ia masih aktif mengajar di Universitas Indonesia jurusan sastra.

WS Rendra

Penyair bernama lengkap Wilibrodus Surendra Bawana Rendra ini mulai memublikasikan karyanya sejak 1952 di majalah Siasat. Ia sangat aktif mengikuti berbagai festival di luar negeri. Tak heran bila karyanya tak hanya harum di negeri sendiri.

Sepulang dari Amerika Serikat pada 1957, Rendra mendiririkan Bengkel Teater. Setelah hijrah ke Jakarta, ia kembali mendirikan Bengkel Teater Rendra yang masih berdiri hingga kini.

Aan Mansyur

Penggemar film Ada Apa dengan Cinta 2 pasti tidak asing dengan pria ini. Aan Mansyur dikenal berkat menerbitkan buku kumpulan puisi bertajuk Tidak Ada New York Hari Ini, meskipun sebenarnya ia telah menerbitkan buku-buku puisi sebelumnya.

Puisi tersebut dibawakan Nicholas Saputra yang berperan sebagai Rangga dalam film AADC2. Pria ini memiliki nama pena Huruf Kecil sebagai identitasnya di dunia tulis menulis dan aktif mengelola perpustakaan komunitas di Makassar.

Joko Pinurbo

Puisi tak selamanya mendayu-dayu. Kesan jenaka justru akan kamu dapatkan bila membaca karya-karya Joko Pinurbo. Pria berusia 56 tahun ini telah malang melintang di dunia sastra dan puisi Indonesia. Berbagai penghargaan pernah ia sabet berkat puisi-puisinya. Tak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari mancanegara.

Taufik Ismail

Taufik Ismail telah berkali-kali membacakan puisi di luar negeri. Sebut saja beberapa negara di dunia telah ia susuri sejak 1970.  Sentuhan humor juga terasa dalam karyanya. Ia berulang kali mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri.

Widji Thukul

Dikenal sebagai aktivis pergerakan, Widji Thukul merupakan salah satu penyair terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini. Ia menghilang dan hingga kini sosoknya belum ditemukan. Puisi-puisi karyanya memiliki makna yang dalam dan mendorong pergerakan kesejahteraan buruh.

Sutardji Calzoum Bachri

Jika puisi terdiri atas kata-kata indah, bagi Sutardji Calzoum Bachri puisi itu lebih unik lagi. Ia memperkenalkan jenis puisi yang tak biasa. Beberapa karyanya menggunakan kata-kata yang lepas, tidak terikat, dan bebas. Hal ini justru membuat puisi karyanya menjadi seperti mantra-mantra yang indah untuk dibaca.

4 makanan tradisional dunia

4 Makanan Tradisional Dunia Ini Bisa Bikin Nyali Kamu Ciut

sejarah puisi di Indonesia

Perkembangan Puisi yang Tak Lekang oleh Waktu