in

Hujan Bulan Juni, dari Surat Kabar hingga Layar Lebar

Hujan bulan juni
Foto: instargam Sapardi Djoko Damono

Ngobrolin.id

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu

  • Hujan Bulan Juni, karya Sapardi Djoko Damono

Cuplikan puisi tersebut merupakan satu dari tiga bait puisi legendaris karya sastrawan Sapardi Djoko Damono. Berawal dari surat kabar yang dicetak pada 1989, karya tersebut diapresiasi dalam bentuk musikalisasi puisi.

Mendulang kesuksesan, pria kelahiran 20 Maret 1940 itu membuatnya dalam bentuk novel. Tak cukup satu, tetapi sekaligus tiga. Trilogi Hujan Bulan Juni kesemuanya menceritakan tentang perjalanan Sarwono, pria Jawa tulen yang menjadi dosen antropologi, dengan kekasihnya Pingkan, seorang blasteran Jawa-Manado yang bingung dengan identitasnya.

Novel pertama diterbitkan pada 2015 silam. Menceritakan tentang awal mula dan latar belakang hubungan Sarwono-Pingkan, pria berkacamata tersebut tak tetap menggunakan ciri sastra yang kuat. Setiap kata ditulis seperti puisi. Berima, indah, sekaligus rumit, dan tidak mudah dipahami.

Cerita bermula ketika Sarwono pergi ke Kota Yogyakarta. Ia mengenang masa lalunya yang sering mengirim puisi di surat kabar. Kali ini, ia mengirimkan puisi untuk pacarnya, Pingkan, lewat surat kabar.

Sarwono mencintai Pingkan sejak pertama kali melihatnya. Pingkan sendiri adalah adik sahabatnya yang bernama Toar. Sejak itu, ia selalu mencoba menarik perhatian gadis manis itu.

Gayung bersambut. Pingkan juga menyukai Sarwono. Tapi perbedaan latar belakang, suku, agama, dan budaya membuat Pingkan ragu. Belum usai dengan keraguan, keluarga Pingkan pun lebih setuju jika ia menikahi pria Manado, alih-alih Sarwono yang berdarah Jawa.

Walaupun sangat klise, cerita tentang beda budaya, alur cerita ini tidak mudah ditebak. Pemikiran-pemikiran Sarwono dan Pingkan yang matang menjadi cerita unik tersendiri. Penggambaran rasa cemburu, suka, dan duka digambarkan dengan apik dan sangat sastra.

Buku ini sangat cocok buat kamu yang suka sajak dan puisi dalam bentuk cerita dengan alur yang lebih kompleks. Pun, visualisasinya sudah pernah ditayangkan di layar lebar dengan judul yang sama. Dibintangi Adipati Dolken dan Velove Vexia, film yang dirilis November 2017 silam ini mampu menggaet lebih dari 150 ribu penonton.

merawat helm

Tips Merawat Helm Biar Nggak Bau

rambut upin dan ipin

Psst… Ini Tokoh di Film Upin-Ipin yang Jarang Orang Tahu