in

Hujan Meteor Bulan Oktober Terjadi Dua Kali!

Yuk saksikan keduanya

hujan meteor bulan Oktober
Foto: pixabay

Ngobrolin.id — Salah satu fenomena langit yang biasa terjadi, yakni hujan meteor bulan Oktober ini akan terlihat sebanyak dua kali dari Indonesia. Tak perlu takut, hujan meteor sendiri sangat sering terjadi dan secara rutin dapat diamati. Namun, tidak semua belahan bumi dapat melihatnya dengan jelas.

Setiap bulannya, kita bisa melihat hujan metor, termasuk seperti bulan ini. Sering dianggap sebagai fenomena bintang jatuh, hujan meteor ternyata dapat terlihat lebih dari satu kali dalam satu bulan. Penasaran kapan akan terjadinya fenomena alam yang satu ini?

Hujan meteor bulan Oktober yang pertama akan jatuh pada 11 Oktober mendatang. Tepatnya, hujan ini akan terlihat dari bumi pada pukul 01.00 (dini hari) waktu setempat. Namun, kamu sudah bsia mengamatinya sejak 10 Oktober malam.

Jenis hujan meteor yang terjadi pada fase ini adalah hujan meteor selatan Taurid. Untuk dapat menyaksikannya dengan jelas, kamu bisa mengamati langit sisi timur. Akan tampak sisa-sisa debu komet 2P/Encke yang turun seperti bintang jauh.

Walaupun bernama hujan meteor selatan Taurid, meteor sesungguhnya datang dari arah rasi bintang Cetus. Intensitas yang kecil dari hujan meteor ini membuat kita hanya bisa melihat maksimal lima bintang jatuh dalam satu jam pengamatan.

Namun tak perlu khawatir, kita masih bisa mengamatinya dengan mata telanjang, lho. Jika kamu kurang puas karena hanya sedikit yang terlihat, yuk intip lagi jadwal hujan meteor berikutnya yang akan jatuh pada 21 Oktober mendatang.

Pada tanggal ini, kamu bisa mengamati hujan meteor mulai pukul 22.00. Waktu pengamatan ini lebih dahulu ketimbang hujan meteor berikutnya. Jadi, kamu bisa keluar lebih awal dan tidak perlu menunggu hingga dini hari.

Jenis hujan meteor yang kedua ini adalah hujan meteor Orionid. Seperti namanya, kamu bisa mengamati hujan meteor ini berasal dari arah rasi bintang Orion. Orion sendiri adalah rasi bintang yang paling terang. Kamu akan sangat mudah menemukannya di malam hari.

Kunci menemukan rasi bintang Orion adalah melihat tiga bintang berjajar. Ketiga bintang ini disebut sebagai sabuk Orion. Nah, dari sinilah kamu bisa melihat hujan meteor bulan Oktober ini.

Berbeda dengan hujan meteor selatan Taurid, intensitas yang terjadi pada fenomena langit ini akan lebih tinggi. Dalam satu jam pengamatan, kita bisa menyaksikan hingga 15 bintang jatuh alias meteor yang melintas. Penampakan ini berasal dari sisa-sisa debu komet Halley yang cukup terkenal.

entah apa yang merasukimu

Viral! Lirik Lagu Ini Merasuki Telinga Pendengar

koper atau ransel

Koper vs Ransel: Kamu yang Mana?