in

Indonesia Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

mengolah sampah, menghasilkan listrik

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
foto: pixabay

Ngobrolin.id — Sebenarnya keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di  Indonesia sudah ada sejak beberapa tahun terakhir. Namun, karena pengembangan PLTSa ini membutuhkan kajian yang lebih mendalam, akhirnya membuat beberapa proyek PLTSa sempat terhambat.

Sampah merupakan salah satu masalah yang terus terjadi di Indonesia. Konsumsi yang terus dilakukan setiap hari menimbulkan sampah yang sangat banyak. Jika tidak diolah, sampah-sampah tersebut akan menjadi ‘gunung’ dan akan menimbulkan permasalahan yang lebih serius seperti pencemaran lingkungan.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah sudah lebih dulu hadir di berbagai negara-negara maju seperti Korea Selatan, Cina, dan beberapa negara maju lainnya. Keberadaannya pun sudah ada sejak lama. Di Indonesia pengembangan PLTSa baru dilakukan pada 2017 dan pada Maret 2019 proyek tersebut sudah akan siap diluncurkan.

Proyek PLTSa tersebut diadakan di TPA Bantar Gebang dan dikembangkan dari hasil riset yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Nantinya proyek ini akan menjadi proyek percontohan PLTSa yang akan diterapkan di 12 daerah lainnya yang ada di Indonesia.

Proyek PLTSa yang ada di Bantar Gebang diadakan khusus untuk mengatasi masalah sampah yang berada di TPA Bantar Gebang. Sampah-sampah tersebut merupakan sampah yang berasal dari DKI Jakarta.

Nantinya, PLTSa ini mampu mengolah sampah sebanyak 100 ton per hari dan akan menghasilkan listrik sebanyak 700 kilowatt per jam.

Rencana pembangunan PLTSa di 12 kota tersebut digadang-gadang mampu menghasilkan listrik tambahan sebesar 234 Megawatt (MW) yang dihasilkan dari 16 ribu ton sampah per hari. Salah satu kota yang menjadi sasaran pembangunan PLTSa adalah Surabaya yang diprediksi mampu menghasilkan 10 Megawatt (MW) yang dihasilkan dari 1.500 ton sampah per hari.

Kota selanjutnya yang akan dibangun PLTSa adalah Surakarta dengan prediksi hasil listrik yang akan didapat sebesar 10 MW, Palembang 20 MW, Denpasar 20 MW, Bandung 29 MW, Makassar, Manado, dan Tangerang Selatan.

Kehadiran PLTSa ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan sampah yang terus-terusan menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia dan mampu menjadi sumber tenaga listrik.

 

gado-gado

Kamu Sudah Tahu Belum Sejarah Gado-Gado?

mata tetap sehat

Cara Membuat Mata Tetap Sehat Meski Terus Berada di Depan Komputer