in

Ini Alasan Seseorang Bisa Bintitan

Apakah benar ada kaitannya sama ngintip, ya?

penyakit bintitan
Foto: pixabay

Ngobrolin.id — Penyakit yang satu ini kerap dikaitkan dengan kebiasaan mengintip untuk mengolok-olok penderitanya. Padahal, penyakit bintitan tidak ada hubungannya dengan mengintip, lho. Dalam bahasa medis, bintitan disebut juga sebagai hordeolum.

Bititan terjadi ketika ada bintil yang menyakitkan terdapat di sekitar mata. Bintil ini sendiri lebih mirip sebagai jerawat atau bisul. Ia biasa tumbuh di tepi kelopak mata. Tidak sampai mengganggu kemampuan melihat, tetapi bintitan bisa mengakibatkan penderitanya kesulitan melihat.

Penderita bintitan biasanya mengalaminya di bagian luar kelopak. Meskipun demikian, ada pula risiko terjadinya bintitan di dalam mata. Tentu saja rasa sakitnya akan berkali-kali lipat lebih besar.

Gejala bintitan bisa ditandai dengan beberapa hal. Mata penderita biasanya akan cenderung berair. Warna mata dan kelopak mata akan memerah. Perubahan warna ini juga disertai dengan pembengkakan pada kelopak mata dan terasa nyeri.

Berbeda dari pendapat masyarakat awam, penyebab utama bintitan secara ilmu kedokteran adalah bakteri Stanfilokokus. Bakteri ini bisa menyebabkan infeksi pada akar bulu mata, kelenjar minyak, dan kelenjar keringat.

Bakteri ini biasa menyerang manusia tanpa menimbulkan penyakit apa pun. Namun, apabila penderita menyentuh mata dengan tangan yang kotor, risiko bintitan akan meningkat. Peningkatan terjadinya bintitan ini juga bisa diakibatkan dari beberapa faktor.

Pertama, karena penggunaan kosmetik yang telah kedaluwarsa. Jika seseorang tidak membersihkan kosmetik ketika tidur, ia juga rentan terkena bintitan. Lensa kontak yang tidak steril atau tangan yang tidak bersih saat memasang lensa kontak juga bisa jadi penyebab bintitan.

Selain faktor tersebut, penyebab bintitan juga bisa terjadi karena adanya peradangan pada kelopak mata. Gejala ini sering disebut sebagai blefaritis. Blefaritis tipe kronis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau komplikasi akibat penyakit kulit rosaseae.

Tenang, bintitan juga bisa banget disembuhkan, kok. Bintitan sendiri biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 7 hingga 20 hari. Bintitan yang pecah akan mengeluarkan nanah. Tapi, sangat tidak dianjurkan untuk memecahkan sendiri karena bisa memicu infeksi.

Bila sudah terlanjur terkena bintitan, beberapa hal ini bisa kamu lakukan untuk mengurangi gejalanya. Pertama, jagalah kebersihan mata. Hindari pemakaian kosmetik terutama pada mata untuk sementara.

Kompres air hangat selama 5 sampai 10 menit. Pengompresan selama 2 hingga 3 kali sehari bisa mengurangi rasa nyeri. Hindari pula pemakaian lensa kontak setidaknya sampai bintitan dinyatakan sembuh.

Jika bintitan yang kamu derita bikin sakit dan nggak nyaman, kamu bisa mengonsumsi analgesik atau obat pereda rasa sakit. Penggunaan obat ini sebaiknya atas petunjuk dokter, ya. Apalagi jika bintitan yang kamu derita tak kunjung sembuh, sebaiknya segera berobat saja.

musik tanpa copyright

Musik Tanpa Copyright? Dapatkan di Sini!

cara untuk hindari stres

Hindari Stres, Yuk Mulai Lakukan Ini