in

Ini Beda Pemilu 2019 dengan Lima Tahun Silam

pemilihan umum 2019
Foto: pexels

Ngobrolin.id — Rabu (17/4) merupakan salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebanyak lebih dari 180juta warga negara Indonesia akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum 2019 serentak ini. Tak cuma memilih presiden, di hari yang sama juga akan dilakukan pemilihan anggota legislatif, lho.

Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana pemilihan umum berlangsung secara bertahap. Sebelumnya, tahap pertama adalah pemilihan anggota legislatif. Anggota dari berbagai partai ini akan terpilih untuk menduduki kursi DPR. Koalisi sejumlah partai pun diperlukan untuk bisa mengusung bakal calon presiden dan wakil presiden.

Syarat mengajukan calon presiden pun, harus dengan minimal sebanyak 20 persen suara oleh anggota legislatif. Tahun ini, karena pengadaan pemilu serentak, persentase suara tersebut menggunakan suara yang diperoleh pada lima tahun yang lalu.

Surat suara yang digunakan dalam pemilu ini total berjumlah lima buah. Surat suara tersebut meliputi surat untuk memilih anggota DPRD tingkat kabupaten/ kota, anggota DPRD tingkat provinsi, anggota DPR RI, anggota DPD, dan presiden serta wakil presiden.

Tahun ini pula jumlah partai yang mengikuti pemilihan bertambah. Partai-partai baru tersebut adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Berkarya, dan Partai Garuda. Sementara, untuk partai daerah (lokal), ada tiga partai baru untuk daerah Aceh. Partai tersebut adalah Partai SIRA, Partai Daerah Aceh, dan Partai Nangroe Aceh.

Nilai ambang partai tahun ini pun meningkat. Setelah dua pemilu sebelumnya berturut-turut naik dari 2,5 persen ke 3,5 persen, tahun ini nilai ambang partai menjadi 4 persen. Jika kurang dari angka tersebut, partai tersebut tidak bisa mengirimkan perwakilannya ke parlemen.

Selanjutnya, perbedaan juga terdapat pada metode penghitungan jumlah kursi. Jika metode pada tahun-tahun sebelumnya menggunakan BPP (bilangan pembagi pemilih), pada 2019 ini cara tersebut tidak lagi dipakai.

Metode Sainte Lague lebih dipilih untuk menghitung suara. Caranya diatur dalam Pasal 415 ayat (2) UU Pemilu yang berbunyi, “Dalam hal penghitungan perolehan kursi DPR, suara sah setiap partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 ayat (1) dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, dan seterusnya.”

Hal lain yang berubah adalah maksimal sumbangan dana untuk kampanye. Pemilu 2014 jumlah dana perseorangan maksimal Rp1 miliar, sedangkan dari badan maksimal Rp7,5 miliar. Sementara pada pemilu 2019, jumlah dana sumbangan maksimal Rp 2,5 miliar untuk perseorangan. Jika penyumbang dana dari badan hukum dan koperasi, kini bisa memberikan sumbangan hingga Rp25 miliar.

perjalanan karier Stars and Rabbit

Menelisik Perjalanan Karier Stars and Rabbit

Bumi Manusia

Minke dan Annelies, Kisah Semasa Kolonial Belanda yang Disorot Dunia