in

Ini Empat Transportasi Tradisional yang Masih Pakai Tenaga Kuda

transportasi tradisional
Foto: instagram bang_harlen

Ngobrolin.id — Mungkin kita nggak sadar bahwa masih banyak transportasi tradisional di sekitar kita. Mulai dari becak, bemo, bajaj, sampai kendaraan lain yang belum menggunakan mesin sebagai penggeraknya. Inilah empat transportasi tradisional yang masih pakai tenaga kuda.

Cimodo

Kendaraan ini ditarik oleh seekor kuda. Di daerah Lombok dan sekitarnya, kendaraan ini masih jadi transportasi darat andalan warganya. Bentuk cimodo seperti gerobak kecil yang dapat menampung beberapa orang. Kusir yang mengendalikan lajunya kuda duduk di salah satu sisi bangku cimodo. Sementara, bangku lainnya dapat menampung hingga lima orang lain. Posisi bangku cimodo ini berhadapan, lho!

Keunikan cimodo adalah menggunakan ban bekas sebagai rodanya.

Andong

Lain Lombok, lain pula Yogyakarta. Kota budaya ini memang masih mempertahankan beberapa ciri khas kebudayaan tradisionalnya. Salah satunya dalam bentuk transportasi yang masih ditarik oleh seekor kuda ini.

Kamu bisa menemui andong di tempat-tempat wisata di Yogyakarta. Malioboro sebagai pusat perbelanjaan wisata di kota ini juga memiliki komunitas andong. Kamu bisa berkeliling jalan Malioboro atau bahkan kompleks keraton dengan kendaraan ini lho.

Satu buah andong dapat digunakan untuk menarik lima sampai enam penumpang. Beberapa andong bahkan bisa menambah jumlah penumpang, asalkan dia mau duduk di belakang andong dengan menghadap belakang. Kusir andong duduk seperti pengemudi kendaraan di bagian depan kanan, sementara penumpangnya duduk menghadap ke depan.

Bendi

Sejuknya Kota Bukittinggi bisa juga kamu nikmati sambil berkeliling naik bendi, lho. Kendaraan ini menggunakan kuda sebagai penggerak utama. Seorang kusir bertugas mengendalikan arah kuda duduk di bagian depan, sedangkan penumpang duduk di bagian belakang. Bendi punya dua roda untuk memudahkan kuda menarik penumpang

Delman

Transportasi ini sudah ada sejak zaman Belanda. Bahkan, namanya berasal dari seorang insinyur berkebangsaan Belanda bernama Charles Theodore Deeleman. Delman memiliki empat roda untuk memudahkan pergerakannya sehingga bentuknya lebih besar. Delman juga dikenal dengan nama lain dokar. Di daerah Jawa Barat, kendaraan ini dikenal dengan nama kretek atau kahar dan memiliki kuda penarik yang lebih besar.

buku dan film #temantapimenikah

#temantapimenikah, dari Remaja Hingga Janji Tua Bersama

museum di Jakarta

Yuk, Wisata ke Museum-museum di Jakarta