in

Instagram Uji Coba Hapus Fitur Like, Tepat atau Tidak?

fitur like instagram sudah mulai dihapus

fitur like
foto: unsplash

Ngobrolin.id — Pada Kamis 14 November 2019, Instagram resmi menerapkan uji coba untuk menghapus fitur like secara global termasuk di Indonesia. Isu yang melatarbelakangi kebijakan terbaru ini adalah untuk mendukung ekosistem yang positif di dalam media sosial sehingga para pengguna merasa lebih nyaman. Menurut kamu bagaimana dengan kebijakan baru ini?

Sebelum menerapkan secara global, penghapusan fitur like sudah diujicobakan terlebih dahulu di tujuh negara, yaitu Kanada, AS, Australia, Jepang, Irlandia, Selandia Baru, dan Brazil. Beberapa kalangan yang sudah terkena dampak penghapusan fitur like merasa puas karena dinilai baik untuk kesehatan mental.

Karena jumlah like pada suatu foto sering dijadikan sebagai indikator keberhasilan foto tersebut, sekarang sudah banyak pihak yang menjual jasa like. Tak heran banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan like sebanyak mungkin untuk mencuri perhatian.

Tabiat atau kebiasaan menggunakan jasa like merupakan hal buruk. Pasalnya, selain membohongi audiens, kebiasaan ini menyebabkan seseorang terbiasa melakukan hal yang instan untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Dengan penghapusan fitur like, tentunya akan mematikan para penjual jasa likes.

Namun, sebagian lagi yang menggunakan akun Instagram sebagai ladang bisnis merasa kurang puas karena khawatir dengan fitur like dihapus, tidak akan terlihat berapa banyak pengguna media sosial yang menyukai postingan foto di akun mereka.

Tak dipungkiri, saat ini jumlah like sangat berpengaruh terhadap bisnis seseorang. Bahkan, bagi sebagian influencer yang telah memiliki followers banyak, jumlah like dapat mendatangkan uang. Namun, sebenarnya para influencer tidak perlu khawatir karena Instagram telah memiliki algoritma sistem yang akan menunjukkan kepada pemilik produk para akun influncer yang memiliki pengaruh besar terhadap followers-nya.

Namun, ada orang yang berpendapat jika tujuan Instagram menghapus fitur like demi kesehatan mental adalah kurang tepat. Pasalnya, sebagian pengguna media sosial merasa semakin tidak sehat ketika melihat seseorang selalu mem-posting kebahagiaannya setiap saat. Jadi, penghapusan fitur like kurang memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental.

Bagaimana dengan kamu yang sudah terkena uji coba penghapusan fitur like? Menurut kamu, apa pengaruh yang sudah kamu rasakan?

mental health

Channel YouTube yang Mengangkat Isu Mental Health

Goo Hara

Goo Hara Ditemukan Meninggal Dunia