in

Jakarta Masuk Jajaran Kota Rawan Tenggelam

jakarta rawan tenggelam
foto: Ngobrolin

 

Ngobrolin.id — Belakangan ini beberapa portal media online ramai-ramai membahas topik Jakarta rawan tenggelam. Hal ini disebabkan oleh hasil penelitian yang dimuat pada jurnal Nature Climate Change menyebutkan bahwa sebentar lagi akan terjadi peningkatan permukaan air laut yang cukup ekstrem di kota-kota besar yang berada di pesisir pulau. Dan, Jakarta menjadi salah satu kota yang akan mengalami kenaikan permukaan laut yang sangat cepat.

Tak hanya Jakarta, New Orleans juga mendapatkan prediksi yang sama dengan ibu kota Negara Indonesia ini. Tanah di kedua kota-kota tersebut akan semakin turun dengan seiring naiknya air laut. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat di pesisir daerah tersebut rentan mengalami kenaikan air laut.

Dilansir dari nationalgeographic.grid.id, faktor-faktor yang menyebabkan naiknya garis pantai bumi berada di luar kendali manusia, antara lain hilangnya gletser-gletser yang menyelimuti bumi sejak zaman es terakhir dan aktivitas manusia seperti pengambilan air tanah, ekstraksi minyak dan gas, penambangan pasir, serta pembangunan penahan banjir di sekitar sungai.

Aktivitas yang paling memengaruhi kondisi permukaan tanah adalah penyedotan air tanah. Kegiatan tersebut mengakibatkan tanah turun jauh lebih cepat daripada penurunan yang disebabkan oleh faktor alami geologis.

Menurut para peneliti, masalah yang sangat akut terletak di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Thailand. Di mana pada 2015 ada 185 juta orang yang tinggal di dataran pesisir yang rawan banjir.

Hasil studi yang telah dilakukan oleh peneliti diharapkan mampu menjadi pertimbangan para pemangku kepentingan di seluruh dunia untuk mengambil langkah strategis guna mencegah penurunan muka tanah di wilayah mereka sebelum efek gabungan dari daratan yang tenggelam dan naiknya air laut menerjang. Kondisi tersebut tentu saja akan memaksa para penduduk melakukan migrasi ke wilayah dengan dataran lebih tinggi.

Robert Nicholls dari Tyndall Center for Climate Change Research di University of East Anglia mengatakan kepada National Geographic bahwa sebagian besar masalah mendasar dari penurunan permukaan daratan yang kerap terjadi di kota-kota besar disebabkan oleh ekstraksi air tanah. Kondisi tersebut menyebabkan sedimen di bagian lapisan akuifer memadat sehingga lapisan tanah di bagian atas menurun. Kondisi tersebut sudah terjadi di Tokyo dan Shanghai.

sekolah online

Ini Dampak Negatif Sekolah Online yang Wajib Diwaspadai

nasi berkat

Sejarah Nasi Berkat yang Kehadirannya Bisa Membuat Perut Bahagia