in , ,

Jauhkan Diri Kamu dari Buku Bajakan!

jangan beli buku bajakan, ya

buku bajakan
foto : pixabay

Ngobrolin.id — Apakah kamu pernah melihat harga buku yang dijual dengan harga yang sangat murah jika dibandingkan dengan harga buku sebenarnya? Coba perhatikan kualitas kertas dan cetakannya, pasti jauh berbeda. Kalau iya, kamu sudah menemukan buku bajakan.

Belum lama ini penulis sekaligus musisi Fiersa Besari menyampaikan keresahan tentang bukunya yang dibajak dan dijual bebas, pada 19 November lalu. Sampai-sampai, ia membuatkan video khusus yang diunggah pada channel YouTube pribadinya tentang buku yang dibajak. Bukan hanya Fiersa yang gregetan dengan pembajakan buku, pastinya seluruh penulis serta pihak yang terlibat dalam penerbitan buku juga sudah gregetan.

Sayangnya, penindakan pembajakan buku masih dianggap minim. Para penjual buku bajakan masih berkeliaran bebas di beberapa kota. Bahkan, banyak buku bajakan dijual bebas di marketplace dengan harga yang murah.

Tak dimungkiri memang, semakin terkenal buku itu, akan semakin banyak yang membajak. Namun, bukan berarti pembajakan menjadi indikator buku itu laku. Bukan seperti itu ya persepsinya, mari kita bahas sedikit di bawah ini.

Kamu masih bingung kenapa banyak pihak yang memusuhi kamu saat ketahuan membeli buku bajakan? Begini, para penulis menuangkan seluruh ide dan gagasan pada satu buku. Untuk menghasilkan seluruh ide dan gagasan yang menarik, mereka harus melakukan riset untuk mendukung jalan cerita yang mereka buat. Cerita yang sudah kamu baca tidak dapat dibuat dalam waktu singkat, butuh berbulan-bulan ataupun bertahun-tahun lamanya.

Setelah proses pembuatan cerita usai, buku akan masuk ke tahap editing, desain, dan pencetakan. Seluruh tahap itu akan membutuhkan tangan-tangan para kreator yang ahli pada bidangnya. Mereka membutuhkan tenaga, waktu dan pikiran untuk menghasilkan buku yang menarik untuk dibaca hingga akhirnya terbitlah satu buku.

Untuk menerbitkan satu buku, membutuhkan banyak pihak. Seluruh pihak tersebut membutuhkan royalti atas penjualan buku agar mereka dapat bertahan hidup.

Pembajakan merupakan tindakan melipatgandakan karya seseorang secara ilegal dan seluruh keuntungannya hanya menjadi milik pembajak. Tak ada aliran keuntungan yang masuk kepada pihak yang menerbitkan buku secara sah. Dengan kata lain, kamu mengecewakan penulis kesayanganmu.

Pembajakan sendiri sudah diatur pada Pasal 72 tentang Undang-Undang Hak Cipta No.19 tahun 2002. Jadi, sudah jelas jika pembajakan merupakan hal yang dilarang oleh negara.

Jika kamu ingin membaca namun belum memiliki uang untuk membeli, kamu bisa meminjam terlebih dahulu, atau bisa datang ke perpustakaan, ya!

program diet

Kenali Jenis-jenis Program Diet

menerjemahkan buku

Menerjemahkan Buku, Menjangkau Pembaca Baru dan Pemasaran yang Lebih Luas