in ,

Kamu Masih Menyangka Matcha dan Green Tea Sama?

Sering dianggap sama padahal berbeda

matcha dan green tea
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Beberapa restoran ada yang menulis dalam menunya matcha, ada juga yang menulisnya green tea, tetapi kedua jenis minuman tersebut memang memiliki penampakan yang sekilas mirip. Pada dasarnya, mereka berdua serupa tapi tak sama. Matcha dan green tea memang sama-sama terbuat dari tanaman yang berasal dari Tiongkok, yaitu Camelia sinensis dan berwarna hijau.

Hal pertama yang menjadi pembeda antara matcha dan green tea adalah cara budidaya tanamannya. Tanaman yang digunakan sebagai bahan baku pembuat matcha akan ditutup selama 20—30 hari sebelum dipanen. Penutupan tersebut akan menyebabkan daun berwarna lebih gelap dan tua karena tidak terpapar sinar matahari. Kondisi tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan asam amino dan produksi L-theanine sehingga kadar klorofil daun menjadi lebih gelap.

Daun yang sudah dipanen akan langsung dipisahkan antara batang dan urat daun teh, kemudian daun ditumbuk dengan batu hingga menjadi bubuk matcha.

Sementara, daun teh yang akan diolah menjadi green tea akan dibiarkan begitu saja tanpa perlu ditutup sehingga daun teh akan dipanen di bawah sinar matahari.

Perbedaan selanjutnya dapat kamu lihat dari tekstur daun teh. Green tea memiliki tekstur yang mirip seperti daun teh umumnya, yaitu berupa daun kering yang berwarna hijau kecokelatan. Selain itu, pengemasan green tea juga sama seperti teh-teh umumnya, misalnya di dalam kantung teh atau disimpan di wadah plastik. Sementara, matcha berbentuk bubuk halus mirip tepung.

Meskipun sama-sama berwarna hijau, kedua minuman ini tetap memiliki perbedaan warna yang masih bisa kamu lihat dengan saksama. Green tea memiliki warna yang lebih bening dan jernih daripada matcha. Sementara, matcha berwarna lebih mencolok atau gelap karena matcha mengandung klorofil yang lebih banyak dibandingkan green tea.

Kamu juga dapat menemukan perbedaan selanjutnya pada rasa. Matcha terasa lebih creamy jika dibandingkan dengan green tea. Pada tingkatan tertentu matcha terasa lebih pahit di lidah, sedangkan green tea terasa lebih segar, mirip seperti teh umumnya.

Matcha lebih sering diperuntukkan sebagai bahan campuran olehan makanan mulai dari kue, minuman, es krim, hingga puding. Sementara, green tea dikonsumsi dengan cara diseduh air panas, kemudian ampasnya dibuang.

Kadar kafein di dalam green tea terbilang lebih rendah, yakni sekitar 45 mg per gelas, sedangkan kandungan kafein di dalam matcha dapat mencapai 280 mg. Kandungan kafein di dalam green tea juga lebih rendah dibanding minuman lain, seperti teh hitam dan kopi.

membuat kokedama

Isi Waktu Luang Kamu dengan Membuat Kokedama yang Cantik

aruna dan lihdanya

Aruna dan Lidahnya, Film Kuliner dengan Bumbu Komedi