in

Kenalan Sosok Doddy Samsura Sang Barista Ternama

From Zero to World Class Barista!

https://www.ngobrolin.id

Ngobrolin.id — Bagi sebagian orang, nama Doddy Samsura memang terdengar asing. Tapi tidak di dunia pencinta kopi. Doddy Samsura banyak dikenal karena prestasinya sebagai barista. Tak hanya di Indonesia, keahliannya meracik minuman berkafein itu tersiar hingga mancanegara.

Siapakah Doddy Samsura sebenarnya?

Ia merupakan seorang coffee enthusiast dengan segudang pengalaman di dunia industri kopi. Prestasinya antara lain menjadi juara pertama di ajang Indonesian Barista Champion 2011 dan 2013. Di Asia sendiri, Doddy menempati urutan kedua dalam ajang Asian FBC Singapore yang diselenggarakan 2012.

Tak berhenti di situ. Pada 2013 silam, Doddy menjadi perwakilan Indonesia dalam kejuaraan World Barista Championship yang dihelat di Melbourne, Australia.

“Awalnya di kopi saya mulai 2008. Nggak sengaja. Waktu itu saya cuma mahasiswa yang nyari kerjaan. Di dekat kosan saya waktu itu ada coffee shop yang buka lowongan. Saya daftar, bayar pula waktu itu pendaftarannya, ndilalah diterima,” Jelas Doddy sambil tertawa.

Berawal dari situ, Doddy memiliki prinsip ‘ngopi bukan sekadar disobek lalu diseduh’. Doddy mulai menjalani training barista dari nol. Terlebih pada 2008, pekerjaan sebagai barista belum banyak dilirik. Jangankan dilirik, yang mengetahui saja belum banyak.

 

Pelatihan-pelatihan yang diberikan membuat Doddy tertarik terjun ke dunia kopi. Ia semakin ingin menekuni bidang industri kopi yang sudah ia masuki. Tepatnya 2010, kedai kopi tempat Doddy bekerja menunjuknya sebagai perwakilan mengikuti kompetisi barista.

Dari pengalamannya tersebut, ia mulai melihat orang-orang lain dan barista-barista lain dalam meracik kopi, baik secara langsung maupun melalui video. Baginya, mereka sangat profesional melakukan pekerjaannya.

Rangkaian kompetisi nasional dilangsungkan pada 2010 dan 2011. Diselenggarakan oleh AKSI, Asosiasi Kopi Seluruh Indonesia, Doddy Samsura mengikuti kejuaran tersebut dan berhasil lolos ke babak selanjutnya.

Namun, ia merasa kurang puas. Dari enam peserta yang lolos, Doddy menempati posisi kelima. Terlebih, juara satu yang juga adalah temannya memiliki waktu terjun yang lebih singkat dibandingkan Doddy di dunia industri kopi.

Selama empat bulan berikutnya, Doddy berlatih lebih keras mengasah kemampuannya meracik kopi.

“Selama empat bulan itu, saya mulai dari awal. Dari nol,” terangnya. Ia juga mengaku belajar seperti dahulu. Ia kembali menonton banyak video dan perlombaan barista.

Kerja keras membuahkan hasil. Di grand final, Doddy terpilih menjadi juara satu kompetisi tersebut. Tantangan tidak berhenti. Di tahun berikutnya, ia harus mengikuti kejuaraan antarbarista setingkat Asia untuk memetik gelar juara berikutnya.

Hmm… bakat aja nggak cukup ya, guys. Butuh juga kerja keras dan latihan yang ekstra agar bisa berprestasi. Jadi, apakah kamu sudah siap menyusul jejak Doddy untuk menjadi the next Indonesian barista di kancah internasional?

Solo traveling

Saat Solo Traveling, Jangan Lakukan Kesalahan Ini Ya, Traveler!

kronologi penganiayaan Audrey

Ramai Tagar #JusticeForAudrey, Ini Kronologinya