in

Kenali Gejala dan Tahapan TBC pada Anak

Gejala dan tahapan TBC pada anak
Foto: freepik

Ngobrolin.idGejala dan tahapan TBC pada anak sering kali tidak disadari orangtua. Padahal, hal ini bisa berakibat fatal jika terlalu lama didiamkan. Jangan tunda lagi, jika anak menderita beberapa gejala TBC sekaligus harus segera dibawa berobat ke rumah sakit terdekat.

TBC atau tuberkulosis merupakan penyakit berbahaya yang disebabkan oleh penyakit Mycobacterium tuberculosis. Banyak menyerang orang dewasa, bukan tidak mungkin anak-anak luput dari bahayanya. Walaupun sudah melakukan vaksin, ada baiknya Bunda tetap memerhatikan kesehatan si kecil dari penyakit berbahaya ini.

Penyakit ini bisa menular melalui kontak udara. Bakteri tersebut bisa berada di udara jika si kecil berada di dekat penderita TBC. Batuk atau bersin bisa menularkan bakteri dan bila si kecil sedang dalam keadaan imun tubuh yang kurang maksimal, bisa terkena bahayanya.

Saat menyerang anak-anak, ada tahapan-tahapan yang harus Bunda ketahui. Penyakit ini tidak serta merta langsung menimbulkan gejala yang parah, tetapi ada fase yang dilalui.

Tahap pertama merupakan tahap paparan atau exposure. Saat anak berada di fase ini, sebenarnya ia sudah terpapar oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Namun, gejala yang ditunjukkan belum ada sama sekali. Daya tahan anak yang kuat membuat TBC belum mampu menimbulkan apa pun.

Tahap kedua merupakan tahap penyakit TBC aktif. Jika si kecil sudah sampe ke fase ini, berarti dia sudah positif mengidap TBC. Adanya bakteri yang masuk saat sistem imun si kecil sedang lemah mengakibatkan bakteri bisa tinggal dan berkembang biak dengan bebas.

Anak biasanya akan menunjukkan gejalanya jika sudah positif TBC. Beberapa gejala TBC terkesan umum dan sepele. Namun, jika anak sudah menderita banyak dari gejala berikut, sebaiknya segera periksakan ke rumah sakit.

Pertama, anak akan mengalami batuk dalam jangka waktu yang cukup lama. Batuk yang sudah diderita lebih dari tiga minggu sebaiknya diwaspadai sebagai tanda TBC. Apalagi jika batuk yang diderita oleh anak disertai dengan darah.

Gejala kedua adalah demam yang cukup lama. Anak-anak umumnya terkena demam saat sistem imunnya turun, biasanya merupakan gejala influenza. Demam yang disebabkan oleh bakteri TBC bisa terjadi hingga lebih dari 2 minggu.

Gejala ketiga adalah nafsu makan si kecil yang turun drastis. Akibatnya, tubuh menjadi lemah dan berat badan mengalami penurunan. Turunnya berat badan ini juga kadang berupa berat badan yang tidak kunjung bertambah.

Gejala berikutnya adalah anak akan berkeringat di malam hari. Selain itu, anak akan lebih mudah sesak napas. Jika diperiksa lebih lanjut, akan bisa diamati bahwa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening. Akibat dari seluruh gejala ini tentu saja akan menghambat pertumbuhan anak.

Oleh karena itu, waspadai selalu gejala dan tahapan penyakit TBC.

Adhitia Sofyan

Adhitia Sofyan, Dua Dekade Berkarya dan Tetap Dinanti

Gunung Piramida di Bondowoso

Viral, Ini Gunung Piramida di Bondowoso